Tribun Bandar Lampung

Oknum Dosen Minta Pegawai Puskom Unila Ubah Nilai SBMPTN dengan Bayaran Rp 110 Juta

Sebelum SBMPTN, Nilamto meminta uang kepada Widya sebesar Rp 110 juta sebagai jaminan.

Oknum Dosen Minta Pegawai Puskom Unila Ubah Nilai SBMPTN dengan Bayaran Rp 110 Juta
Tribun Lampung/Hanif Mustafa
Widya Krulinasari, oknum dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung, kembali menjalani persidangan kasus dugaan jual beli kursi kuliah di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis, 8 November 2018. 

Dalam sidang sebelumnya yang dipimpin oleh majelis hakim Syamsudin, Selasa, 30 Oktober 2018, ada lima saksi yang dihadirkan, yakni Richard Parlindungan Sagala, Daniel R Simbolon, Francis Simanulang, Anita Nofalina Sagala, dan Nisa.

Dalam persidangan, Anita memberi kesaksian bahwa keluarganya rela menggelontorkan ratusan juta agar adiknya, YS, bisa diterima di Fakultas Kedokteran Unila.

"Kami yakin karena dia (terdakwa) berani bertaruh jabatannya sebagai PNS. Kalau tidak masuk, uang dikembalikan 100 persen dan bisa dilaporkan," ungkap Anita saat memberi kesaksian.

Sementara ayah korban, Richard, mengaku membayar mahar Rp 350 juta kepada terdakwa agar diterima di Fakultas Kedokteran Unila.

Duit tersebut dibayar secara bertahap sebanyak tiga kali.

"Pertama Rp 55 juta, kemudian Rp 120 juta, dan terakhir berbentuk buku tabungan sebesar Rp 175 juta. Itu tahun 2017. Tapi, ternyata tidak masuk. Baru dikembalikan buku rekening isi Rp 175 juta dan uang Rp 65 juta yang dibayar tiga kali," tandasnya.

Baca: Rektor Prof Hasriadi Kaget Dengar Dosen Unila Terbelit Kasus Jual Beli Bangku Kuliah

Lewat ”Orang Dalam”

Dalam dakwaan sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) Rita Susanti menyebutkan bahwa terdakwa telah melakukan aksi menguntungkan diri sendiri dengan melakukan penipuan.

JPU menuturkan, peristiwa bermula pada Mei 2017.

Saat itu Richard meminta bantuan kepada Francis, keponakannya, untuk mencarikan ”orang dalam” agar YS bisa diterima di FK Unila.

Halaman
1234
Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved