Edukasi Pajak, KPP Pratama Tanjungkarang Gelar Pajak Bertutur di SMAN 1 Bandar Lampung

Tingkatkan pemahaman mengenai pajak di kalangan pelajar, KPP Pratama Tanjungkarang menggelar Pajak Bertutur di SMAN 1 Bandar Lampung.

Edukasi Pajak, KPP Pratama Tanjungkarang Gelar Pajak Bertutur di SMAN 1 Bandar Lampung
Tribunlampung/Ana
Pajak Bertutur oleh KPP Pratama Tanjungkarang di SMAN 1 Bandar Lampung, Jumat (9/11). 

Laporan Reporter Tribun Lampung Ana Puspita Sari

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Tingkatkan pemahaman mengenai pajak di kalangan pelajar, KPP Pratama Tanjungkarang menggelar Pajak Bertutur di SMAN 1 Bandar Lampung, Jumat (9/11).

Selain mengenalkan secara dini mengenai arti dan pentingnya pajak, melalui Pajak Bertutur ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran membayar pajak di masyarakat kedepannya.

Kepala KPP Pratama Tanjungkarang Ahmad Tirto Nugroho mengatakan, Pajak Bertutur sendiri adalah program nasional yang dilaksanakan serentak hari ini oleh 352 kantor pajak di seluruh Indonesia.

Pajak Bertutur yang juga merupakan event tahunan ini dinilai efektif untuk sosialisasi pajak kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Pada Pajak Bertutur, lanjut dia, KPP Pratama Tanjungkarang memberikan pemahaman dan menekankan penjelasan kepada pelajar mengenai arti dan pentingnya pajak bagi seluruh masyarakat sehingga mereka (pelajar) memiliki kesadaran sejak dini.

"Edukasi ini juga menjadi salah satu kewajiban kami, jadi tidak hanya melakukan pemungutan pajak tapi juga memberikan edukasi seperti apa hak dan kewajiban para wajib pajak itu sendiri," jelasnya bersama dengan Kepala Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan KPP Pratama Tanjungkarang Mohamad Apip dan Kepala Seksi Dukungan Data dan Informasi KPP Pratama Tanjungkarang Acep Amri Wahyudi di lokasi acara.

Terkait dengan penerimaan pajak di lingkungan KPP Pratama Tanjungkarang, Ahmad Tirto mengatakan, realisasi penerimaan pajak yang ditargetkan pada 2018 ini adalah hampir mendekati Rp 1,2 triliun (tepatnya Rp 1.130 miliar).

Dari jumlah yang ditargetkan tersebut, saat ini sudah berhasil mencapai sekitar 80 persen dari semua jenis pajak. Dua porsi paling besar dari penerimaan tersebut berasal dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) Badan. (ana)

Penulis: Ana Puspita Sari
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved