Sidang Terdakwa Teror Bom

Terdakwa Teror Bom di Mal Transmart Lampung Sesenggukan Sampaikan Pembelaan

Bintang Andromeda (25), terdakwa kasus teror bom di Mal Transmart Lampung, menjalani sidang pledoi.

Terdakwa Teror Bom di Mal Transmart Lampung Sesenggukan Sampaikan Pembelaan
Tribunlampung.co.id/Hanif Risa Mustafa/Istimewa
Terdakwa kasus teror bom di Mal Transmart Lampung, Bintang Andromeda (25), menjalani sidang pembacaan pleidoi atau pembelaan di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Kamis 8 November 2018. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG HANIF RISA MUSTAFA

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Bintang Andromeda (25), terdakwa kasus teror bom di Mal Transmart Lampung, menjalani sidang pembacaan pledoi di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Kamis (8/11/2018). Dalam sidang, ia sesenggukan saat menyampaikan pledoi atau pembelaan.

"Saya menyesal dan memohon maaf kepada seluruh warga Bandar Lampung. Karena perbuatan saya sendiri, saya kehilangan pekerjaan dan mengakibatkan ayah saya sakit. Saya memohon majelis hakim menjatuhkan hukuman seringan-ringannya," tutur Bintang sesenggukan.

David Sihombing, penasihat hukum Bintang, menyatakan, terdakwa telah mengakui perbuatannya yang terjadi pada 15 Mei 2018 itu. Bintang, jelas dia, hanya iseng dan ingin mencari sensasi.

"Sebagai perpanjangan tangan Tuhan, saya harapkan majelis hakim memberi hukuman seringan-ringannya terhadap terdakwa Bintang Andromeda, yang telah mengakui kesalahannya," papar David.

Sidang pledoi tersebut langsung berlanjut dengan pembacaan replik (keberatan). Dalam repliknya, Jaksa Penuntut Umum Andri Kurniawan menegaskan tetap pada tuntutan semula.

"Mendengar pembelaan dan kesaksian serta fakta-fakta dari saksi ahli, kami masih tetap pada tuntutan semula. Kami menyerahkan putusan kepada majelis hakim," kata JPU Andri.

JPU sendiri menuntut terdakwa Bintang dengan hukuman pidana empat tahun penjara.

Mendengar replik JPU Andri, Mansur Bustami selaku ketua majelis hakim menyatakan menunda sidang hingga pekan depan untuk agenda putusan.

"Baiklah, sidang kami tunda pada Kamis, 15 November 2018, dengan agenda pembacaan vonis," tutup Mansur sembari mengetuk palu sidang.

Dalam surat dakwaan jaksa, terungkap bahwa terdakwa Bintang Andromeda merakit bom pada Minggu malam, 13 Mei 2018. Awalnya, ia terinspirasi dari aksi bom bunuh diri di Surabaya, Jawa Timur. Bintang kemudian membuka Youtube untuk mencari tahu teknik pembuatan bom.

Pada Selasa, 15 Mei 2018, Bintang sempat membawa bom rakitannya ke kantor lembaga pembiayaan tempatnya bekerja. Setelah mengikuti rapat di kantornya, ia menuju Mal Boemi Kedaton untuk meletakkan bom rakitan di Bioskop XXI. Namun, niat itu batal karena bioskop masih tutup. Rencana untuk meletakkan bom rakitan di lantai dasar juga gagal karena ramai orang dan ada kamera closed circuit television alias CCTV.

Bintang lantas pergi ke Mal Transmart Lampung sekitar pukul 10.00 WIB. 

"Terdakwa menuju lantai atas, ke toilet pria, kemudian meletakkan bom rakitan di toilet paling tengah. Selanjutnya, dia pergi ke rumah keluarganya. Di sini terdakwa mengaku ingin membuat heboh dan viral di media sosial," papar JPU Andri.

Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved