Tribun Kampus

Mahasiswa FH Unila Raih 5 Penghargaan Terbaik di NMCC AML V Universitas Trisakti

Mahasiswa Fakultas Hukum Unila meraih juara terbaik di lima kategori dalam National Moot Court Competition Anti Money Laundering (NMCC AML) V.

Mahasiswa FH Unila Raih 5 Penghargaan Terbaik di NMCC AML V Universitas Trisakti
Ist
Mahasiswa FH Unila Raih 5 Penghargaan Terbaik di NMCC AML V Universitas Trisakti 

Laporan Reporter Tribun Lampung Sulis Setia Markhamah

TRIBUNLAMPUNG. CO. ID, BANDAR LAMPUNG - Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila) meraih juara terbaik di lima kategori dalam National Moot Court Competition Anti Money Laundering (NMCC AML) V yang diselenggarakan di Universitas Trisakti 2-5 November kemarin.

Ada 16 tim dari seluruh kampus negeri swasta se-Indonesia yang mengikuti event ini. Mentor dari Unila Muhammad Habibi menceritakan, kompetisi yang dilakukan terkait peradilan semu.

Baca: Cocok Dibagikan di Instagram, Facebook dan WA, Kumpulan Ucapan Hari Pahlawan 10 November

Tim dari Unila ada 20 orang terdiri dari 2 official, 1 pendamping, dan 17 delegasi dengan perannya masing-masing di simulasi persidangan.

Peran tersebut yakni hakim, penuntut umum, penasehat hukum, terdakwa, saksi, panitera, dan lainnya. Di babak penyisihan, terusnya, berkas yang disidangkan semua tim terkait perkara tindak pidana pencucian uang (PTPU).

Tim kemudian memperagakan bagaimana hakim membuka sidang, penuntut umum membacakan surat dakwaan, penasehat hukum melakukan tugasnya seperti pembelaan, membaca esepsi, pledoi.

Kemudian di dalam pembuktian bagaimana penasehat hukum mengajukan pertanyaan, dan lainnya.

Simulasi penyisihan dan final dilakukan di empat ruangan di Pengadilan Negeri Jakarta. Waktu yang diberikan untuk tiap tim maksimal 90 menit.

Di final, tim Unila memperagakan sidang terkait tindakan pengeroyokan yang dilakukan oleh militer TNI dengan orang sipil.

"Empat tim masuk final. Yakni Unila, UPN Jakarta, Universitas Negeri Semarang, dan Universitas Negeri 11 Maret, tapi kami nggak dapat tiga besar. Namun memboyong lima predikat terbaik karena berhasil memberikan penampilan terbaik," beber Habibi yang juga Ketua Pusat Studi Bantuan Hukum (PSBH) FH Unila kepada Tribunlampung.co.id, Jumat (9/11/2018).

Predikat terbaik tersebut yakni kategori hakim terbaik, penuntut umum terbaik, penasehat hukum terbaik, saksi dan ahli terbaik, serta panitera terbaik.

Mendapatkan capaian ini bukan hal yang mudah karena dalam persiapannya harus bagi waktu antara kuliah, organisasi, dan persiapan lomba. Bahkan kerap begadang dari pukul 8 malam hingga pukul 02.00 WIB dini hari demi memberikan penampilan terbaik.

"Mahasiswa yang terlibat mulai dari semester 3,5, dan 7. Dari 40 mahasiswa yang ikut karantina tersisa 20. Kesulitan saat karantina saat menyatukan pemikiran dan kompak dalam melakukan persidangan," beber Koordinator Pusat Himpunan Komunitas Peradilan Semu Indonesia (PHKPSI) itu.

Di ajang dua tahunan ini, sambung Habibi, sebelum mengikuti lomba tim harus mengirimkan berkas yang hendak disidangkan terlebih dahulu ke panitia Universitas Trisakti pada 7 September 2018 lalu.

"Terus kita sambil mematangkan persiapan dengan berulang-ulang melakukan simulasi sidang membahas kasus pencucian uang," jelasnya.(*)

Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved