VIDEO - Violinist Rani Damayanti Senang Hibur Penonton

Banyak milenial di Bandar Lampung hobi bermusik. Satu diantaranya, Rani Damayanti seorang violinist (sebutan pemain biola).

Laporan Wartawan Tribun Lampung Jelita Dini Kinanti dan Videografer Okta Kusuma Jatha

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Banyak milenial di Bandar Lampung hobi bermusik. Satu diantaranya, Rani Damayanti seorang violinist (sebutan pemain biola).

Menurutnya, hobi yang ditekuni mampu menghibur banyak orang. Semisal, ia kerap digandeng wedding organizer, diundang pihak sekolah dan kampus sebagai pengisi acara sembari bermain biola.

Hobi bermain biola pun Rani menuai prestasi mengikuti beberapa kompetisi. Ia pernah meraih juara pertama festival violin grade 1 digelar Ecayo Yamaha Music. Di ajang serupa untuk kategori grade 2, ia meraih juara kedua.

Gadis kelahiran Aceh, 11 Desember 1999 ini bercerita, tertarik menjadi violinist karena terpukau menyaksikan penampilan para violinist di acara orkestra.

Alhasil, timbul keinginan menjadi violinist dan kursus biola saat kelas 2 SMP di Ecayo Music.

Baca: Dul Ungkap Alasan Maia Estianty Pilih Jepang Sebagai Tempat Ijab Qabul

Awal berlatih biola menurutnya sangat susah. Rani butuh waktu dua bulan untuk belajar cara memencet senar dan menggesek biola.

"Awal berlatih memainkan biola susah. Itu pun karena aku latihannya setiap hari biar lancar," ujarnya.

Sampai saat ini ia rutin latihan dua jam sehari di rumah. Mahasiswi D3 Hubungan Masyarakat Fisip Unila memiliki dua biola.

Uniknya, kedua biola diberi nama spesial. "Ibaratnya mereka ini teman aku dan selalu temani aku," jelasnya.

Biola pink seharga Rp 1,2 juta dibelinya dinamakan Chiko karena menurutnya nama itu imut. Sementara biola cokelat seharga Rp 1,5 jutaan diberi nama Choki.

Baca: Wanita Mengaku Siap Jadi Istri Kedua Ridwan Kamil Minta Maaf, Atalia Praratya Beri Tanggapan

Menurut Rani, biola sama dengan alat musik lain, ada genrenya. Umumnya genre biola adalah klasik.
Ia suka memainkan genre klasik seperti Mozart.

Rani pun gemar memainkan lagu Yiruma dan lagu pop seperti "Akad" dari Payung Teduh.

"Meskipun aku sering memainkan lagu-lagu mereka, inspirasi aku ketika bermain biola David Garret, violinist dari Jerman".

"Permainan biolanya bagus banget. Dia juga selalu bermain paling depan setiap kali tampil di orkestra," kata Rani. (*)

Tags
violinist
Penulis: Jelita Dini Kinanti
Editor: martin tobing
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved