Tribun Metro

Program IACCB, Pembiakan Sapi di Kebun Sawit Tekan Biaya Pakan

Program kemitraan Indonesia-Australia terkait ketahanan pangan ketersediaan sapi semakin membuahkan hasil.

Program IACCB,  Pembiakan Sapi di Kebun Sawit Tekan Biaya Pakan
Tribun Lampung/Indra Simanjuntak
Pengembangbiakan sapi di PT SUJ Metro 

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Program kemitraan Indonesia-Australia terkait ketahanan pangan ketersediaan sapi semakin membuahkan hasil. Ini terlihat dari kian menurunnya biaya (cost) untuk pakan sapi.

Program Manager Indonesia-Australia Commercial Cattle Breeding (IACCB), yakni program kerjasama Indonesia Australia Pembiakan Sapi Komersial, Robi Agustiar mengatakan, mitra-mitra mulai merasakan manfaat, terutama berkurangnya biaya pakan yang cukup besar.

Baca: Polisi Tangkap Produsen Mi Berbahan Pakan Ternak Beromzet Puluhan Juta

"Kami ada tiga sistem pembiakan bersama mitra. Pertama integrasi sapi. Itu penggembalaan dan pemeliharaan sapi di kebun sawit. Model ini sangat berpotensi besar karena biaya bisa ditekan," ujarnya saat meninjau pembiakan sapi di PT SUJ Kota Metro, Rabu (14/11).

Sistem selanjutnya penggembalaan semi intensif. Dengan memanfaatkan kondisi daerah. Kemudian pola potong angkut mengikuti pola tradisional peternak di Indonesia. Yakni mengangkut pakan ternak lalu membawanya ke kandang.

"Nah, untuk di Lampung, kita menerapkan pola integrasi memanfaatkan perkebunan sawit dan potong angkut. Untuk sistem integrasi itu dilakukan PT SUJ. Hasilnya sangat baik. Kita masih riset dan bekerja sama dengan pihak terkait untuk menarik kesimpulan dari sistem ini. Sistem potong angkut itu dengan peternak di Lampung Selatan," terangnya.

Baca: Kelompok Tani di Lamsel Diminta untuk Ikut Beternak Sapi

Ia mengaku, dari sekitar 1.700 hektare luas lahan di Nakau, Lampung Utara, digembalakan sekitar 700-an sapi. Sistem yang terintegrasi dengan perkebunan kepala sawit memberikan sejumlah manfaat nyata. Seperti pengurangan pemakaian herbisida untuk mengendalikan gulma dan meningkatkan hasil panen pohon kelapa sawit.

Manajer Kandang Breedlot PT SUJ Kota Metro Fery menjelaskan, sejak tahun 2016 pihaknya bermitra bersama IACCB. Dimana mendapat bantuan sapi Australia sebanyak 196. Hasil dari pembiakan, jumlah tersebut meningkat menjadi 345 ekor.

"Kalau untuk yang di Metro, di kandang, kami juga berhasil menekan biaya. Dari sebelumnya biaya Rp 12 ribu per ekor per hari, kini menjadi Rp 8 ribu per ekor per hari. Tapi yang lebih maksimal lagi itu sistem integrasi. Karena sangat memangkas biaya pakan," terangnya.

Dengan memanfaatkan lahan perkebunan sawit, ia mengaku, biaya pakan per hari per ekor hanya Rp 2 ribu. Artinya lebih dari Rp 10 ribu biaya pakan berhasil dipangkas. Sangat efektif dan efisien. Bahkan saling mengungtungkan antara sapi dan kebun sawit. (dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved