Pilpres 2019

Makna di Balik Istilah ’Sontoloyo’ dan ’Genderuwo’ yang Dilontarkan Jokowi

Protes Jokowi tersebut, lanjut Hamdi, tidak bisa dilepaskan dari banyaknya fitnah dan hoaks yang menyerang petahana itu sejak Pilpres 2014.

Makna di Balik Istilah ’Sontoloyo’ dan ’Genderuwo’ yang Dilontarkan Jokowi
KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA
Presiden Joko Widodo saat membuka Rapat Pleno Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Belakangan ini muncul istilah unik yang meramaikan kontestasi politik menjelang Pilpres 2019.

Sebut saja istilah politisi "sontoloyo" dan politik " genderuwo" yang dilontarkan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo.

Sementara, istilah "tampang Boyolali" yang digunakan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto untuk mengkritik ketimpangan sosial sempat menjadi polemik.

Lalu, apa makna di balik istilah-istilah tersebut?

Pakar psikologi politik dari Universitas Indonesia (UI) Hamdi Muluk mengatakan, jika dilihat dari sisi psikologi politik, jargon-jargon politik seperti politisi sontoloyo dan politik genderuwo merupakan bentuk protes Jokowi

Menurut Hamdi, Jokowi melontarkan protes terhadap para politisi yang tidak memegang etika berpolitik.

Akibatnya, suasana politik di Indonesia saat ini terkesan tidak elegan.

Baca: Usai Sindir Politikus Sontoloyo, Presiden Jokowi Kini Sebut Politikus Genderuwo

"Jokowi merasa banyak politisi tak memegang etika politik yang membuat demokrasi kita lebih elegan," ujar Hamdi dalam sebuah diskusi di Kantor Populi Center, Jakarta Barat, Kamis (15/11/2018).

Protes Jokowi tersebut, lanjut Hamdi, tidak bisa dilepaskan dari banyaknya fitnah dan hoaks yang menyerang petahana itu sejak Pilpres 2014.

Selama ini, figur Jokowi selalu diterpa isu antek Partai Komunis Indonesia (PKI), pro terhadap Pemerintah China, anti-Islam, dan isu masuknya jutaan tenaga kerja asing ke Indonesia.

Halaman
1234
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved