Misteri Uang Satu Koper dan Nama Sjachroedin Disebut dalam Sidang Kasus Suap Zainudin Hasan

"Sebelum pelantikan, Agus BN dipanggil Syachrodin di rumah. Dibawain uang 1 koper. Yang masuk ke rumah Pak Sjachroedin Agus BN dan Akar."

Misteri Uang Satu Koper dan Nama Sjachroedin Disebut dalam Sidang Kasus Suap Zainudin Hasan
Tribunlampung/Hanif
Nanang Ermanto jadi saksi di persidangan Gilang Ramadhan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Secarik kertas ditemukan di ruang kerja Nanang Ermanto, Plt Bupati Lampung Selatan.

Hal ini terungkap dalam sidang di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Kota Bandar Lampung, Rabu 14 November 2018. Saat itu, yang menjadi terdakwa adalah pengusaha Gilang Ramadhan dan yang menjadi saksi adalah Nanang Ermanto.

Baca: Jadi Wakil Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto Ngakunya Tugasnya Cuma Urus Surat Cerai PNS

Baca: Plt Bupati Lamsel Nanang Ermanto Akhirnya Jelaskan Uang Rp 100 Juta dari Tersangka Agus BN

Baca: BREAKING NEWS - Mengaku Setor ke Nanang Ermanto, Zainudin Hasan Ditanya Jaksa soal Kode Khusus

Kertas itu berisi tulisan 16 nama. Selain nama Agus Bhakti Nugroho (anggota DPRD Lampung yang jadi tersangka dalam kasus suap fee proyek di Kampung Selatan).

Ada juga nama Sjahcroedin, mantan Gubernur Lampung yang kini menjadi Duta Besar Indonesia untuk Kroasia.

Apa dan bagaimana hubungan ke-16 nama itu dengan kasus suap Zainudin Hasan (Bupati Lampung Selatan yang kini jadi tersangka), masih jadi msiteri.

Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada 27 Juli lalu. KPK menjaring empat orang, yakni Zainudin Hasan, Agus BN, Kepala Dinas PUPR Anjar Asmara, dan bos CV 9 Naga, Gilang Ramadhan.

Keempatnya menjadi tersangka dan dijerat dugaan suap fee proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lamsel. Belakangan, Zainudin Hasan juga dijerat tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp 57 miliar.

Baca: KPK Kembali Sita Aset Zainudin Hasan di Sidomulyo

Baca: Sidang Zainudin Hasan dan Agus BN Paling Cepat Awal Desember

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sobari Kurniawan pun menananyakan soal kertas tersebut dalam sidang dengan terdakwa Gilang Ramadhan.

Adapun secarik kertas itu memuat 16 nama. Tertulis nama Akar, Wirham, Edi Firnandi, Bu Fauziah, Dulkahar, Setiawan, Darmawan, Isroni, Rodi, Erlan, Burhan, Ariswandi, Untung, Syamsiah, Herman, dan Jimmy.

Tertulis juga, "Agus BN - 1 Koper". Dan, setelah itu ada kalimat yang berbunyi, "Sebelum pelantikan, Agus BN dipanggil Sjachroedin di rumah. Dibawain uang 1 koper. Yang masuk ke rumah Pak Sjachroedin Agus BN dan Akar."

Halaman
12
Penulis: hanif mustafa
Editor: Andi Asmadi
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved