Tribun Pesawaran

Target Rekam e-KTP, Lima Bulan Pesawaran Lolos ke Zona Hijau

Dinas Kependudukkan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pesawaran berhasil mengejar target perekaman e-KTP.

Target Rekam e-KTP,  Lima Bulan Pesawaran Lolos ke Zona Hijau
perekaman e-KTP di PKOR Way Halim 

Laporan Reporter Tribun Lampung R Didik Budiawan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN - Dinas Kependudukkan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pesawaran berhasil mengejar target perekaman e-KTP. Kepala Disdukcapil Pesawaran Ketut Partayasa mengungkapkan, dalam kurun waktu sekitar lima bulan Pesawaran berhasil masuk ke dalam zona hijau.

Ia menceritakan, pada Mei 2018 lalu, capaian perekaman e-KTP Pesawaran masih dalam zona merah. "Alhamdulillah berkat doa kita semua, dan respon masyarakat terkait dengan kita (perekaman e-KTP) dari zona merah, Alhamdulilah tidak melalui zona kuning lagi, sudah hijau," ungkap Ketut, Minggu (18/11).

Ketut mengatakan, kategori zona hijau diberikan bagi yang telah 92 persen. Sedangkan warga yang sudah  perekaman setotal 380.249 orang (92,28 persen), dari 412.048 wajib KTP di Bumi Andan Jejama.
Pencapaian tersebut, kata Ketut , sudah dirilis oleh Menteri Dalam Negri lewat Dirjen Dukcapil. "Kita kerja keras mengejar target," ungkapnya.

Baca: Tingkatkan Pelayanan, Disdukcapil Lampura Perbaharui Alat Perekam e-KTP di Kecamatan

Ketut melanjutkan, pihaknya berlomba-lomba dengan kabupaten/kota lainnya untuk melahirkan inovasi guna mengejar target perekaman e KTP. Tidak hanya itu, tambah Ketut, pihaknya sudah menerima peralatan M2M, yang berbentuk mini server.

Baca: Warga Asal Demak Ingin e-KTP Bandar Lampung

Alat ini bisa melakukan perekaman dan langsung jadi cetak, kurun waktu tidak lebih dari 15 menit. Terpenting, lanjut dia, sinyal dan servernya bagus. Ia memastikan bila sampai saat ini nyaris tidak ada gangguan.

Ketut menyampaikan, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona sangat respon dalam rangka mendukung percepatan pelayanan administrasi kependudukkan, khususnya perekaman e-KTP.

Bahkan, kata dia, pelayanan terlaksana secara lembur di hari libur. Seperti, Sabtu dan Minggu. Pelayanan itu, menurut Ketut, dilaksanakan dengan cara jemput bola ke desa-desa menggunakan mobil keliling.

Sebagian ada yang langsung jadi e-KTPnya. Namun ada yang harus menunggu karena pelayanannya dengan cara off line. Itu karena tidak  ada sinyal di wilayah pelayanan, seperti di Pulau Legundi dan Pagar Jaya Kecamatan Punduh Pidada.

Pelayanan off line, Ketut pastikan paling lama waktunya tiga hari. Begitu selesai, langsung dihantar ke daerah yang sudah melakukan perekaman. Ia menekankan, perekaman dan pencetakan e-KTP tidak dipungut biaya alias gratis.

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved