Tribun Pesawaran

Jutaan Ton Tinja Warga Lampung Cemari Lingkungan

Sebanyak 4 persen kepala keluarga (KK) di Kabupaten Pringsewu belum memiliki toilet.

Jutaan Ton Tinja Warga Lampung Cemari Lingkungan
freepik.com
Ilustrasi Toilet 

Laporan Reporter Tribun Lampung Robertus Didik Budiawan

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, GEDONG TATAAN - Direktur Eksekutif  Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) Febrilia Ekawati membeberkan data jutaan ton tinja mencemari lingkungan.

Kondisi itu disebabkan belum sehatnya perilaku buang air besar warga dan sanitasi yang belum sehat.

“Banyak yang beranggapan bahwa dengan BAB di jamban atau closet itu sudah sehat. Padahal, kotorannya tidak tertampung dalam septic tank. Masih ditemukan di beberapa wilayah Provinsi Lampung kotoran dialirkan ke sungai, siring, dan kolam," ungkapnya, Selasa, 20 November 2018.

Itu, lanjut dia, masih dalam kategori buang air besar sembarangan (BABS). Sedangkan untuk membangun jamban sebagian warga masih enggan karena dianggap tidak penting. Padahal, sanitasi adalah kebutuhan dasar yang terkait erat dengan kesehatan,” tutur Febri.

Warga Lampung masih banyak buang air besar di lahan terbuka, seperti sungai, kolam, kebun, dan pantai.

Baca: VIDEO - Pura-pura Buang Air, Seorang Pria Berompi Gasak Kotak Amal di Masjid

Data Smart STBM menunjukkan, dari 15 kabupaten/kota, akses sanitasi terendah terdapat di Kabupaten Tulangbawang Barat (55,11 persen), Mesuji (72,83 persen), Pesawaran (81,99 persen), dan Lampung Timur (82,03 persen).

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Pesawaran Harun Tri Djoko mengingatkan kepada jajarannya supaya kerja keras untuk target 100 persen universal akses sanitasi pada tahun 2019.

Dia mengungkapkan, target itu menjadi upaya lintas sektoral.

Sebagaimana peran dan tanggung jawab masing-masing.

Halaman
1234
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved