TRIBUNWIKI KESEHATAN

Apa Itu Penyakit Beri-beri? Jenis, Ciri, dan Cara Menghindarinya

Penyakit beri-beri adalah penyakit akibat kekurangan vitamin B1 atau tiamin. Nama penyakit beri-beri berasal dari nama hewan biri-biri.

Apa Itu Penyakit Beri-beri? Jenis, Ciri, dan Cara Menghindarinya
kompas.com/hungryworks
Ilustrasi - Mengonsumsi daging menjadi salah satu cara menghindari penyakit beri-beri. 
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Penyakit beri-beri adalah penyakit akibat kekurangan vitamin B1 atau tiamin. Nama penyakit beri-beri berasal dari nama hewan biri-biri. Hal itu karena penderita beri-beri berjalan seperti biri-biri. Kondisi tersebut terjadi akibat gangguan motorik karena polineuritis. Penyakit beri-beri terbagi menjadi dua jenis, yaitu beri-beri kering dan beri-beri basah.
Dokter praktik umum di Bandar Lampung, Endang Budiati menjelaskan, penyakit beri-beri kering umumnya terjadi pada penderita dengan konsumsi kalori rendah dan minim olahraga, serta kekurangan asupan vitamin B1.
Hal itu membuat, sistem saraf, antara lain gerakan motorik, sensorik, dan refleks, menjadi terganggu.
Khususnya, otot bagian bawah tubuh dan wajah.
Sedangkan, penderita beri-beri basah akan merasakan kaki seperti kesemutan atau kram-kram.
"Terus kalau dipencet, bagian yang bengkaknya itu membekas dan tidak langsung kembali ke bentuk semula. Beri-beri basah umumnya menyerang organ jantung," ujar Endang Budiati.
Ciri yang terlihat dari penderita beri-beri basah adalah terjadinya pembengkakan bagian kaki terus tungkai, serta wajah seperti bengkak lebam karena cairan menumpuk di titik-titik itu.
"Sirkulasinya terganggu dan terjadi penimbunan cairan di bawah kulit," jelas Endang Budiati.

Penyebab Penyakit Beri-beri

Penyakit beri-beri terjadi akibat kekurangan vitamin B1 atau tiamin. 
Tiamin pirofosfat atau tiamin berfungsi sebagai koenzim pembentukan glukosa, dan digunakan dalam jalur metabolisme lainnya.
Secara singkat, vitamin B1 atau tiamin adalah nutrisi yang membantu tubuh mengubah makanan menjadi sumber energi, dan menjaga fungsi jaringan tubuh.
 
Seseorang berisiko menderita penyakit beri-beri terkait kebiasaan mengonsumsi beras giling (tanpa kulit ari).
Pemicu lainnya akibat mengonsumsi alkohol secara berlebihan, dan jarang mengonsumsi makanan yang kaya vitamin B1.
"Namun ada juga yang karena faktor genetik atau bawaan, seperti riwayat sakit jantung, menjalani cuci darah, sakit liver, dan ginjal," papar Endang Budiati.
Beri-beri, lanjut Endang, bisa menyerang semua orang pada umur berapapun, baik bayi, anak-anak, maupun orang dewasa.
"Kalau ada gangguan jantung atau ginjal atau liver bawaan, atau kekurangan vitamin B1 tadi, mau anak-anak mau dewasa, bisa kena penyakit beri-beri ini," ucapnya.
Penderita beri-beri karena faktor sakit bawaan diharuskan mengonsumsi obat yang sesuai dengan resep dokter secara teratur dan berkelanjutan.

Agar Terhindar dari Penyakit Beri-Beri

Agar terhindar dari penyakit beri-beri, pemenuhan asupan gizi dan vitamin B1 harus tercukupi.
Contohnya, konsumsi karbohidrat, protein, sayuran, dan susu secara seimbang.
Makanan dengan kandungan tiamin tinggi yang dapat dikonsumsi, di antaranya daging, ikan, kacang-kacangan (khususnya kacang polong).
Selain itu, biji-bijian, susu, sereal, asparagus, bayam, kecambah, dan bit hijau.
"Hindari memproses atau memasak makanan tersebut untuk waktu yang lama. Itu menurunkan kadar tiamin yang terkandung di dalamnya," imbau Endang Budiati.
Selain itu, kurangi konsumsi makanan dan minuman dengan kandungan antitiamin, semisal teh dan kopi, serta alkohol.
Masyarakat juga diminta minum air putih yang cukup.
Masyarakat pun diharapkan menjaga kondisi lingkungan yang sehat dan nyaman.
Serta, melakukan olahraga rutin, semisal lari-lari kecil tiap pagi.
"Tidur teratur juga perlu, terutama pada malam hari," jelasnya. (sulis markhamah)
 
 
Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved