Tribun Way Kanan

Pemkab Way Kanan Buka Sosialisasi Penanggulangan Bencana Pemuda dan Siswa Sekolah

Pemerintah Kabupaten Way Kanan adakan Sosialisasi Penanggulangan Bencana Terhadap Pemuda dan Siswa Sekolah Kp. Bumi Baru. Kec. Blambangan

Pemkab Way Kanan Buka Sosialisasi Penanggulangan Bencana Pemuda dan Siswa Sekolah
Istimewa
Sosialisasi Penanggulangan Bencana Terhadap Pemuda dan Siswa Sekolah Kp. Bumi Baru. Kec. Blambangan Umpu, Rabu (21/11) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, WAY KANAN - Pemerintah Kabupaten Way Kanan adakan Sosialisasi Penanggulangan Bencana Terhadap Pemuda dan Siswa Sekolah Kp. Bumi Baru. Kec. Blambangan Umpu, pada Rabu (21/11/2018).

Sambutan Bupati Raden Adipati Surya yang disampaikan oleh Asisten I Abu Korie menyebutkan bahwa saat ini terdapat kecenderungan terjadinya bencana yang cukup signifikan, baik intensitas maupun frekuensinya, serta cakupan wilayah yang terkena dampak bencana yang mengakibatkan kerugian cukup besar serta menimbulkan korban jiwa dan harta benda.

Beliau menyampaikan pedoman hukum yang digunakan adalah Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang diikuti dengan Peraturan-peraturan Pemerintah yang berkaitan dengan penanggulangan bencana.

Oleh katena itu seluruh yang bertugas di lingkungan Organisasi Formal Bidang Kebencanaan harus terus mengemban mandat yang harus diemban sesuai dengan ruang lingkup kerja, serta menjadi dasar operasional kita dalam melaksanakan Tupoksi kebencanaan sesuai dengan kewenangan masing-masing.

"Kegiatan ini akan menjadi momen penting dalam upaya penyelenggaraan kesiapsiagaan penanggulangan bencana yang terkoordinasi, terpadu dan menyeluruh." Ungkapnya.

Beliau menambahkan mengingat kebencanaan terjadi tidak dalam lokus yang wilayah administrasinya secara tunggal, melainkan terjadi pada wilayah yang lintas batas administrasi, maka peyelenggaraannya dilakukan bersama-sama.

Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama yaitu menurut Bupati Way Kanan antara lain Penanganan penyelenggaraan penanggulangan bencana diarahkan dengan menitikberatkan pada pencegahan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana melalui program pengurangan resiko bencana (PRB);

Selain iti Orientasi serta pemahaman siklus bencana merupakan satu kesatuan, sehingga dalam pelaksanaannya di tingkat lapangan dapat mengalir sebagai satu kesatuan sistem yang saling berkesinambungan dan bersinergi;

"Peningkatan kapasitas sumberdaya manusia aparatur dan masyarakat serta kelembagaan penanggulangan bencana merupakan suatu yang sangat strategis, maka sangat diperlukan upaya-upaya penguatan kapasitas baik melalui diklat teknis formal maupun dengan melakukan gladi , simulasi table top ataupun peningkatan daya dukung SDM serta kelembagaan, sehingga SDM baik aparatur dan masyarakat senantiasa siap siaga dalam menghadapi bencana yang akan datang," ungkapnya.

Lebih lanjut beliau menerangkan Pengelolaan, pemanfaatan dan pemeliharaan aset baik yang ada di Dinas Sosial maupun BPBD. Serta harus ada peningkatkan kualitas data, informasi dan pelaporan kejadian bencana melalui optimalisasi pemanfaatan lembaga-lembaga kebaencanaan yang ada di kampung, kecamatan dan kabupaten dengan menggunakan peralatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK)

"emudahan bagi keterlibatan swasta dan masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan penanggulangan bencana harus diberikan. Disamping itu Pemerintah Daerah akan tetap berkomitmen untuk terus berupaya memberikan dukungan program/anggaran serta fasilitasi pendukung lainnya." Ungkapnya.

Bupati mengharapkan agar Pemberdayaan bagi Pemuda dan Siswa-siswi SMP dan SMA/SMK untuk memahami penanggulangan bencana merupakan langkah awal membangun masyarakat ini terlaksana sehingga ketika terjadi bencana siswa, guru dan masyarakat tidak lagi kebingungan dan panik karena telah memahami bagaimana cara mengurangi risiko bencana.

Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved