TRIBUNWIKI KECANTIKAN

Cara Mengatasi Ketombe, Kenali Juga Faktor Penyebab Ketombe

Ketombe adalah kondisi pengelupasan lapisan tanduk kulit kepala. Cara mengatasi ketombe pun berbeda, tergantung dari kasus yang muncul

Cara Mengatasi Ketombe, Kenali Juga Faktor Penyebab Ketombe
kompas.com/vchal
Ilustrasi - Cara mengatasi ketombe. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Ketombe adalah kondisi pengelupasan lapisan tanduk kulit kepala. Kondisi itu bukan penyakit menular atau serius. Namun, kondisi itu bisa mengurangi rasa percaya diri, dan terkadang sulit untuk diobati. Cara mengatasi ketombe pun berbeda, tergantung dari kasus yang muncul, apakah ringan atau berat.

Faktor penyebab maupun cara mengatasi ketombe disampaikan hairstylist sekaligus Pemilik Intan Salon Wedding and Decoration Bandar Lampung, Bhastian Hendra.
Cara mengatasi ketombe yang efektif dapat dilakukan dengan mengenali ketombe yang diderita.

Faktor Penyebab Ketombe

Bhastian Hendra menuturkan, faktor penyebab ketombe yang belum banyak diketahui orang sampai sekarang adalah stres.
Misalkan, stres karena pekerjaan.
Faktor penyebab ketombe lainnya, yang juga belum banyak diketahui, adalah gizi buruk.
Sedangkan, faktor penyebab ketombe yang jamak adalah salah menggunakan sampo untuk keramas.
"Selain bisa menyebabkan ketombe, salah penggunaan sampo juga bisa menyebabkan terjadinya jerawat atau merah-merah di kulit kepala," kata Bhastian.
Faktor lain timbulnya ketombe adalah adanya sebum atau keringat dan debu yang menempel di kulit kepala.
Kebanyakan debu itu didapatkan saat sedang berada di ruang terbuka.
Bisa juga, hal itu terjadi karena debu dan bakteri yang menyatu, kemudian menempel di kulit kepala.

Jenis dan Gejala Ketombe

Bhastian menerangkan, ada dua jenis ketombe, yakni ketombe kering dan ketombe basah.
Ketombe kering merupakan pengelupasan lapisan tanduk tanpa diikuti sebum atau lemak.
Sedangkan, ketombe basah merupakan pengelupasan lapisan tanduk diikuti dengan sebum atau lemak.
Gejala orang terkena ketombe, kulit kepala akan merah karena menolak rangsangan zat kimia.
Kemudian, kulit kepala akan terasa gatal karena proses pengelupasan lapisan tanduk.
Bahkan, ada yang sampai gatal tidak tertahankan.
Setelah itu, ketombe baru muncul.
Dahulu, ketombe hanya dialami orang dewasa.
Kekinian, anak-anak juga banyak terkena.
Itu dipicu karena mereka sudah menggunakan beragam macam sampo yang dijual di pasaran.
"Bisa jadi, sampo itu tidak cocok. Ada juga anak yang mengalami gizi buruk sehingga timbul ketombe," tutur Bhastian Hendra.

Cara Mengatasi Ketombe

Ada sejumlah cara mengatasi ketombe.
Bhastian menerangkan, ketombe yang terus dibiarkan, lama kelamaan bisa membuat kerontokan rambut, dan membuat bisul muncul di kulit kepala.
Untuk itu, pencegahan perlu dilakukan.
Berikut, cara mengatasi ketombe.

1. Jaga Kebersihan Kulit Kepala dan Tangan

Bhastian mengungkapkan, ketombe bisa dicegah dengan menjaga kebersihan kulit kepala dan tangan.
Ada orang yang tangannya terkena debu kemudian memegang kulit kepala, sehingga muncul ketombe.

2. Tidak Menggunakan Sisir Orang Lain

Cara lain untuk mengatasi ketombe adalah tidak menggunakan sisir dan handuk orang lain.
Orang yang sisir dan handuknya dipinjam terkena ketombe, kemungkinan besar akan menularkan ketombe terhadap orang yang meminjam.
Sebab, ketombe pasti menempel di sisir dan handuk itu

3. Pakai Sampo Khusus

Saat jumlah ketombe banyak, penderita disarankan menggunakan sampo yang dijual di apotek.
Sampo itu memiliki kandungan Zinc PTO yang mampu mengatasi ketombe.
"Tapi kalau jumlahnya sudah sangat berlebihan harus ke dokter kulit. Maksud dari berlebihan itu adalah ketombe menjalar sampai ke kening dan alis," tutur Bhastian.

4. Gunakan Urang Aring

Cara mengatasi ketombe juga bisa menggunakan bahan alami, semisal urang aring.
Selain untuk menghitamkan rambut, urang aring juga bisa untuk menghilangkan ketombe.
"Urang aring digunakan sebelum keramas. Caranya, ambil urang aring dari pohon dan campurkan dengan kemiri dan air hangat. Setelah itu gosokan di kulit kepala," tutur Bhastian.

5. Pakai Belerang

Selain urang aring, belerang juga bisa digunakan untuk mengatasi masalah ketombe.
Belerang digerus dan dicampur air atau minyak, lalu disimpan selama tiga hari.
Setelah itu, ramuan tersebut dioleskan ke kulit kepala.
Jika cara itu belum manjur, penderita disarankan konsultasi ke dokter.

6. Sampo Mengandung Lidah Buaya

Hairstylist V'Style Salon Bandar Lampung, Willy menambahkan, sampo paling aman mengatasi ketombe adalah sampo yang mengandung lidah buaya.
Keramas diimbau rutin dilakukan dua hari sekali.
Selain sampo, ketombe bisa juga diatasi dengan creambath lidah buaya.
"Sebenarnya, sekali creambath saja sudah bisa membuat ketombe terangkat. Namun, ketombe itu masih bisa kembali lagi kalau kebiasaan mengganti sampo masih terus dilakukan," urainya.
Menurut Willy, ketombe yang dibiarkan terlalu lama akan membuat rambut menjadi tampak tidak menarik, lepek, dan tidak mudah diatur.
Selain itu, kilau rambut juga akan berkurang.
Sehingga, rambut akan tampak kusam.

4 Hal Bikin Muncul Ketombe

Penelitian yang dilakukan oleh Jiao Tong University kepada 59 partisipan berusia antara 18 tahun hingga 60 tahun mengungkapkan bahwa keberadaan jamur adalah penyebab yang paling sering munculnya ketombe di permukaan kulit kepala.
Dilansir Kompas.com, dalam melindungi kulit dari bakteri dan untuk melembapkan kulit, kelenjar keringat memproduksi minyak alami atau yang dikenal dengan sebutan sebum.
Namun ternyata, ada jamur pada kulit kepala manusia, yang bernama malassezia, yang merupakan tipikal jamur pemakan substansi lemak, yang terkandung dalam sebum.
Malassezia yang memakan sebum menghasilkan sisa pencernaan berupa asam lemak, yang justru dapat membuat kulit kepala iritasi.
Hingga akhirnya, hal itu menghambat metabolisme dan pertumbuhan sel kulit kepala yang baru.
Pertumbuhan sel kulit kepala yang terganggu akan menimbulkan pengelupasan kulit kepala, yang ditandai dengan serpihan kulit mati berwarna putih yang gatal.
Uniknya, kondisi itu juga dipengaruhi daya tahan kulit kepala masing-masing orang.
Setiap kulit kepala menghasilkan sebum dan tumbuh jamur pada permukaan kulit kepalanya.
Namun, hal itu tidak selalu menjadikan kulit kepala berketombe.
Kondisi tersebut karena kulit kepala setiap orang memiliki sensitivitas dan daya tahan yang berbeda, terhadap asam lemak yang dihasilkan jamur malassezia.
Berikut, beberapa faktor yang diperkirakan dapat meningkatkan risiko kehadiran ketombe pada kulit kepala.
1. Usia
Jika kamu berusia antara 15 tahun sampai 35 tahun, jangan heran jika lebih sering ketombean.
Penyebab ketombe tersebut didukung suatu penelitian yang mengungkapkan bahwa produksi sebum mengalami peningkatan pada usia 15 tahun hingga 35 tahun.
Meningkatnya sebum tentu akan meningkatkan keberadaan asam lemak pada permukaan kulit kepala.
2. Jenis kelamin
Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa laki-laki lebih rentan memiliki kulit kepala yang berketombe.
Itu membuat para peneliti berasumsi bahwa jenis kelamin seseorang memengaruhi keberadaan ketombe pada kulit kepalanya.
3. Jenis kulit kepala dan rambut yang berminyak
Umumnya kondisi itu merupakan kondisi yang diturunkan.
Namun karena malassezia memakan substansi lemak yang terkandung dalam minyak, jika kamu memiliki kulit kepala dan rambut yang berminyak, itu akan memperbesar peluang berketombe.
4. Penyakit tertentu
Meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut, orang-orang dengan penyakit Parkinson dan terinfeksi HIV cenderung lebih rentan mengalami penyakit kulit, yang mampu memicu timbulnya ketombe pada kulit kepala (dermatitis seboroik).

Kapan Ketombe Harus Diperiksakan ke Dokter?

Meskipun sebagian besar kasus kulit kepala berketombe tidak memerlukan pemeriksaan dokter, kamu sebaiknya periksa ke dokter atau ahli kulit jika sudah mencoba berbagai sampo dan obat antiketombe, namun ketombe tak juga hilang.
Periksakan juga ke dokter apabila kulit kepala menampakkan gejala lain, semisal memerah. (jelita dini kinanti/kompas.com)
 

 

Penulis: Jelita Dini Kinanti
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved