Tribun Bandar Lampung

Dua Kali Pindahkan Napi Sepanjang 2018, Lapas Rajabasa Tetap Overkapasitas

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA Rajabasa telah dua kali memindahkan napi ke luar Lampung pada tahun ini.

Dua Kali Pindahkan Napi Sepanjang 2018, Lapas Rajabasa Tetap Overkapasitas
Tribun Lampung/Perdiansyah
Anggota Brimob Polda Lampung mengiringi 30 napi keluar dari Lapas Kelas IA Rajabasa, Kamis malam, 22 November 2018. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG ROMI RINANDO

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA Rajabasa, Bandar Lampung, telah dua kali memindahkan napi ke luar Lampung pada tahun 2018 ini. Meskipun demikian, lapas tersebut masih overkapasitas.

Kepala Lapas Kelas IA Rajabasa Sujonggo mengungkapkan, pihaknya baru saja memindahkan napi sebanyak 30 orang pada Kamis (22/11/2018) malam. Pihaknya mengirim 30 napi itu ke Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta, dengan alasan Lapas Rajabasa overkapasitas.

"Sebelumnya, pada awal tahun, kami juga memindahkan 30 napi. Jadi, total sudah dua kali kami memindahkan napi pada tahun ini. Totalnya, 60 napi," katanya, Jumat (23/11/2018).

Pemindahan napi ke luar Lampung, menurut Sujonggo, tetap belum menyelesaikan persoalan Lapas Rajabasa yang overkapasitas. Sebab, jelas dia, Lapas Rajabasa tetap menerima napi-napi dari Rumah Tahanan seperti Krui, Pesisir Barat; Menggala, Tulangbawang; dan lainnya.

Sujonggo mengungkapkan, daya tampung Lapas Rajabasa idealnya sebanyak 662 napi. Namun kenyataannya, sambung dia, penghuni Lapas Rajabasa saat ini mencapai dua kali lipatnya, yakni 1.200 napi.

"Sebenarnya, (dampak) pemindahaan napi ini tidak signifikan. Sebab, di Lampung, lapas yang Kelas IA hanya satu (Lapas Rajabasa). Sementara, kami terus menerima napi dari daerah-daerah. Seperti Menggala, Krui, Gunung Sugih (Lampung Tengah), dan Way Kanan. Kami lempar (pindahkan) 30 orang, kadang yang masuk lagi lebih dari 30 orang," bebernya.

Selain overkapasitas, menurut Sujonggo, alasan lain pemindahan napi Lapas Rajabasa ke luar Lampung adalah faktor keamanan. Jika tidak memindahkan sejumlah napi, pihaknya khawatir berisiko dari segi keamanan.

Sujonggo menjelaskan, satu regu tim pengamanan Lapas Rajabasa terdiri dari tujuh orang. Jumlah tersebut, lanjut dia, tidak sebanding dengan jumlah napi yang harus mendapat pengamanan.

Adapun napi-napi yang mereka pindahkan mayoritas napi dengan hukuman penjara cukup panjang, minimal 15 tahun, sampai hukuman mati. Rinciannya, 16 napi kasus narkoba dan 14 napi kasus pembunuhan. Empat napi di antaranya merupakan terpidana mati.

Terkait Medi Andika, oknum polisi berpangkat Brigadir yang merupakan napi terpidana mati kasus pembunuhan anggota DPRD Bandar Lampung M Pansor, Sujonggo menyatakan pihaknya telah memindahkannya lebih dahulu.

"Untuk napi terpidana mati, yang kami pindahkan ke Lapas Kelas I Cipinang ada empat orang. Untuk terpidana mati Medi, sudah duluan kami pindahkan," pungkasnya.

Penulis: Romi Rinando
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved