TRIBUNWIKI KESEHATAN

Dermatitis Adalah Penyakit Peradangan Kulit - Kenali Gejala, Penyebab, hingga Cara Pengobatan

Dermatitis adalah penyakit peradangan kulit. Penyakit tersebut dapat menyerang bayi, anak-anak, dan dewasa.

Dermatitis Adalah Penyakit Peradangan Kulit - Kenali Gejala, Penyebab, hingga Cara Pengobatan
Thinkstockphotos
Ilustrasi - Dermatitis. 
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Dermatitis adalah penyakit peradangan kulit. Penyakit tersebut dapat menyerang bayi, anak-anak, dan dewasa. Penderita dermatitis akan mengalami reaksi radang berupa kelainan kulit berciri merah di atas kulit, dan berbentuk papule atau vesikel. Kemudian, penebalan kulit kering terjadi. Rasanya gatal dan perih pada beberapa bagian yang luka.
Dokter spesialis kulit dan kelamin di Bandar Lampung, dr Antoni Miftah, Sp.KK mengungkapkan, dermatitis adalah penyakit yang memiliki banyak macam.
Antara lain, dermatitis numularis, seboroid, dan statis.
Dermatitis numularis cirinya berbentuk uang koin.
Dermatitis statis sering muncul pada kaki bagian bawah, biasanya berhubungan dengan gangguan pembuluh darah atau varises.
Sedangkan, dermatitis seboroid masih terkait di area seboroid.
Area itu terdiri dari kulit kepala, telinga bagian luar, kulit telinga bagian belakang, dan wajah (alis, kelopak mata, tepi bibir, dan dagu).
"Dapat juga muncul di tubuh bagian atas berupa payudara, tulang belakang, daerah dada, serta daerah lipatan (ketiak, lipatan bawah payudara, lipatan paha, lipatan pantat, dan daerah genetal)," urai Antoni.
Dokter spesialis kulit dan kelamin di Rumah Sakit Graha Husada, dr Putri Anitasari, Sp.KK mengungkapkan, jenis lain dermatitis adalah dermatitis kontak.
Penyebab dermatitis kontak akibat alergi dengan bahan yang menempel pada kulit, semisal logam, karet, kimia, semen, kosmetik, dan detergen.
Dermatitis kontak bisa terkena di bagian tubuh manapun.
Gejalanya biasanya bercak merah, bintil isi air, dan lecet.
Polanya mengikuti bentuk bahan saat kontak dengan kulit.
Contohnya, dermatitis terjadi setelah kulit bersentuhan dengan jam tangan logam.
Maka, pola dermatitis berbentuk jam itu.
Eksim Kering
Jenis dermatitis lainnya adalah neurodermatitis atau biasa disebut orang sebagai eksim kering.
Biasanya, eksim kering terjadi di punggung kaki, lutut, dan tengkuk.
Satu penyebabnya adalah stres.
Penderita neurodermatitis akan mengeluhkan bercak merah menebal yang rasanya gatal.
Jika semakin digaruk, bercak merah akan semakin menebal.
Ada juga dermatitis atopik yang bisa terkena pada bayi, anak-anak, maupun dewasa.
Pada bayi, umumnya dermatitis atopik berbentuk ruam susu berupa merah di pipi.
Penyebab dermatitis atopik karena penyakit turunan dari orangtua,  yakni asma, dan bersin karena cuaca dingin atau debu.
Penyakit itu muncul di lengan dan tungkai.
Biasanya dermatitis tersebut muncul setelah digigit nyamuk berupa bentol dan meninggalkan bekas hitam yang sulit hilang.
Dermatitis itu sering disebut orang sebagai darah manis.
Jaga Kelembapan Kulit
Orang yang terkena dermatitis disarankan segera konsultasi ke dokter spesialis kulit, guna mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Antoni mengatakan, penanganan medis berupa sistemik (suntik dan minum) maupun topikal atau oles.
Setelah pengobatan, jauhi penyebab dermatitis.
Jangan lupa, rajin membersihkan kulit dengan sabun.
Putri menambahkan, untuk penderita dermatitis atopik, selain pengobatan, penderita harus rajin menjaga kelembaban kulit supaya tidak lagi kambuh.
Caranya, menggunakan pelembap khusus dari dokter rutin dua kali sehari.
"Sebisa mungkin pelembap itu selalu punya. Kalau sudah habis, beli lagi. Hanya pelembap itu yang mampu menjaga kelembapan," kata Putri.
"Kalau menggunakan pelembap yang dijual di pasaran, tidak bisa menjaga kelembapan. Bisa-bisa kambuh lagi dermatitisnya," lanjutnya.
Sama dengan penderita dermatitis atopik, penderita neurodermatitis harus terus menjaga kelembaban agar tidak lagi kambuh.
Caranya, menggunakan minyak zaitun atau kelapa.
"Kalau gatal itu sudah tidak tertahan, pasti akan membuat penderitanya tidak tahan untuk menggaruknya. Akibatnya, dermatitis makin menebal," terang Putri. (jelita dini kinanti)
Penulis: Jelita Dini Kinanti
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved