Tribun Bandar Lampung

Kader-kader Youth Sanitation Camp Menari "Cuci Tangan Pakai Sabun"

Urban Sanitation SNV Indonesia bersama YKWS dan Mitra Bentala menghelat acara puncak Lampung Sanitation Week.

Kader-kader Youth Sanitation Camp Menari
Tribun Lampung
Kader-kader Youth Sanitation Camp menari cuci tangan pakai sabun dalam acara puncak Lampung Sanitation Week di lantai 3 Mal Kartini, Bandar Lampung, Minggu (25/11/2018). 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG BAYU SAPUTRA

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Urban Sanitation Specialist Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV) Indonesia bersama Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) dan Mitra Bentala menghelat acara puncak Lampung Sanitation Week, Minggu (25/11/2018). Bertempat di lantai 3 Mal Kartini, kampanye publik dan festival sanitasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap sanitasi.

Dalam acara, para kader Youth Sanitation Camp membagikan pamflet berisi informasi mengenai cuci tangan menggunakan sabun serta sanitasi yang aman. Mereka juga mempersembahkan tarian massal "Cuci Tangan Pakai Sabun".

Ada pula penampilan hiburan oleh grup band Batas Senja, musik beat box, serta stand-up comedy.

Ketua pelaksana Lampung Sanitation Week Khorik Istiana menjelaskan, kader-kader Youth Sanitation Camp turut mendeklarasikan Komunitas Pemuda Lampung Peduli Sanitasi.

"Kegiatan ini menjadi kunci dari peringatan Hari Toilet Sedunia pada 19 November lalu. Ini bentuk dukungan untuk mencapai tujuan pembangunan melalui akses sanitasi yang aman dan kebersihan yang berkelanjutan," ujarnya.

Iffah Rachmi, koordinator insiatif pemuda untuk program sanitasi perkotaan SNV Indonesia Perwakilan Lampung, menilai, sanitasi yang ada saat ini terbilang buruk. Karena itu, menurut pihaknya, perlu kolaborasi bersama pemerintah agar terwujud sanitasi yang aman dengan melibatkan semua kalangan.

"Berdasarkan data Dinas Kesehatan Lampung, ada 1,2 juta orang yang masih BABS (buang air besar sembarangan) di Lampung. Di Bandar Lampung, ada 9 persen dari total penduduk. Lalu di Metro, ada 0,7 persen," papar Iffah. "Hampir di semua wilayah, masih ada yang warganya BABS. Kecuali di Pringsewu yang sudah lebih baik," sambungnya.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved