Warga Natar Temukan Mortir Saat Gali Tanah untuk Septic Tank

Niat menggali tanah untuk bikin septic tank, seorang warga menemukan peluru mortir.

Warga Natar Temukan Mortir Saat Gali Tanah untuk Septic Tank
Istimewa
Sofian Agus Riyanto (25) mengangkat peluru mortir usai menemukannya saat menggali tanah untuk septic tank di belakang rumahnya, Dusun Bangun Sari, Desa Way Sari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Rabu (28/11/2018) pagi. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG HANIF RISA MUSTAFA

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Niat menggali tanah untuk bikin septic tank, seorang warga RT 8 RW 4 Dusun Bangun Sari, Desa Way Sari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, menemukan peluru mortir. Temuan mortir ini sudah yang kedua kalinya di lokasi setempat.

Penemuan mortir berawal ketika Sofian Agus Riyanto (25) menggali tanah di belakang rumahnya pada Rabu (28/11/2018) pagi. Baru menggali sekitar 20 centimeter, cangkulnya terbentur benda keras.

"Saya gali tanah. Baru sekitar 20 centimer, cangkul saya nabrak (benda) kayak besi. Lalu saya gali pelan-pelan," tutur Agus saat membawa mortir itu ke Kantor Hukum Wahrul Fauzi Silalahi dan Rekan di Bandar Lampung, Rabu siang.

Setelah menggali lagi, Agus berhasil mengangkat mortir tersebut. Ia bersama warga lainnya kemudian menghubungi seseorang yang merupakan partner kantor pengacara Wahrul.

Agus mengaku temuan mortir ini adalah yang kedua kalinya. Sehari sebelumnya, Selasa (27/11/2018) siang, ia juga mendapati mortir saat menggali tanah.

"Apa ini yang namanya bom? Saya juga baru tahu ini," katanya.

Hendri (66), warga lainnya, membenarkan penemuan mortir yang kedua kalinya ini.

"Sudah kedua kalinya ini kami nemu. Tahun lalu (2017) juga ada yang nemu kayak gini," ujarnya saat ikut mengantar mortir.

Arif Hidayatullah, partner kantor pengacara Wahrul, mengungkapkan, warga awalnya bingung dengan temuan mortir itu.

"Kok kayak jantung pisang. Setelah sadar bahwa itu mortir, mereka menghubungi kami, minta kawal bagaimana selanjutnya mortir ini," katanya seraya menambahkan, pihaknya membawa mortir tersebut ke Polda Lampung.

Senada, Wahrul menjelaskan, pihaknya mendapat informasi dari warga terkait temuan mortir.

"Saya bilang, tolong amankan dulu. Tolong bawa ke kantor, jangan sampai membahayakan," katanya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Lampung Komisaris Besar Sulistyaningsih menyatakan, pihaknya telah menerima laporan mengenai temuan mortir.

"Sudah dapat (laporan). Segera kami cek. Saat ini masih koordinasi dengan tim Jibom (Penjinak Bom)," ujar Kombes Sulistyaningsih.

Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved