Advetorial

HUT ke-7, OJK Provinsi Lampung Soft Launching LKMS Pondok Pesantren Minhadlul Ulum

HUT ke-7, OJK Provinsi Lampung Soft Launching Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Pondok Pesantren Minhadlul Ulum Kabupaten Pesawaran

HUT ke-7, OJK Provinsi Lampung Soft Launching LKMS Pondok Pesantren Minhadlul Ulum
Istimewa
OJK Buka Soft Launching Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Pondok Pesantren Minhadlul Ulum Kabupaten Pesawaran 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG- Bertepatan dengan HUT Ke-7 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 22 November 2018, OJK Provinsi Lampung mengadakan kegiatan OJK Mengaji Bersama 500 Santri "Melek Keuangan " dan Soft Launching Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Pondok Pesantren Minhadlul Ulum Kabupaten Pesawaran, sebagai LKMS pertama di Provinsi Lampung.

Dalam gelaran ini, selain Kepala OJK Provinsi Lampung Bapak Indra Krisna, turut hadir beberapa tamu undangan diantaranya: Advisor Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bapak Achmad Buchori, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bapak Budiharto Setyawan, Bupati Pesawaran yang diwakili oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pesawaran, Sdri. Rohana Sri Hartati, S.Sos. M.M, Pimpinan Pondok Pesantren Minhadlul Ulum, Bapak Amin Udin, SH, M.Pd.I beserta jejaran, Pengasuh Pondok Minhadlul Ulum Kabupaten Pesawaran yang diwakili oleh Ibu Nyai Hj Maryam S. Pd.,

Turut hadir pula Ketua Majelis Ulama Iudonesia (MUI Provinsi Bapak Dr. KH. Khairuddin Talımid, M.H, Para Kyai dan Alim Ulama serta Pengasuh Pesantren di Provinsi Lampung, Kepala Kepolisian Sektor Tegineneng. Sdr. Iptu Syansurizal S.Ip, Camat Tegineneng, Sdr. Syahrudin, S. Sos. M.M, Kepala Desa Trimulyo Kecamatan Tegineneng. Sdr. Bambang Iskandar, Pendamping LAZNAS BSM Umat, Pengurus, Pengelola, Nasabah dan Calon Nasabah Koperasi LKMS Pondok Pesantren Minhadlul Ulum.

Kepala OJK Provinsi Lampung Indra Krisna mengatakan, hadirnya LKMS ini juga bertujuan untuk mendorong perkembangan perekonomian di tingkat paling bawah yakni di tingkat masyarakat desa. Pendirian LKMS ini sejalan dengan program pemerintah untuk mempercepat, memperluas dan memajukan pengembangan keuangan syariah dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi nasional.

Beliau menyampaikan bahwa hadirnya Koperasi LKMS Ponpes Minhadlul Ulum ini diharapkan dapat menyediakan akses permodalan atau pembiayaan bagi masyarakat kecil yang belum terhubung dengan lembaga keuangan formal.

"LKMS ini membantu masyarakat yang memiliki usaha yang feasible namun belum bankable. Di sini kita ingin menumbuhkembangkan dan menaikkelaskan UMKM yang ada di lingkungan sekitar. Apabila usaha mereka sudah besar nantinya, maka akan kita arahkan ke BPR atau BPRS," jelasnya

Indra menambahkan, Kegiatan OJK Mengaji Bersama 500 Santri "Melek Keuangan " ini diharapkan tidak hanya dapat mengenalkan lembaga jasa keuangan kepada masyarakat dan santri, tetapi diharapkan melalui pemahaman dan pengetahuan tersebut dapat meningkatkan akses keuangan masyarakat dan santri di lembaga jasa keuangan sehingga dapat mendorong tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Lampung.

“Koperasi LKMS Ponpes Minhadlul Ulum ini menyalurkan dana kepada masyarakat tanpa bunga dan tanpa biaya administrasi. Adanya hanya biaya ujrah, fee konsultasi yang dibayarkan secara sukarela dan jumlahnya disepakati oleh masing-masing kelompok nasabah. Adapun besaran pembiayaan yang disalurkan oleh Koperasi LKMS Ponpes Minhadlul Ulum ini pada tahap awal adalah Rp 1 juta per orang. Dana bisa bertahap menjadi Rp 5 juta per orang sesuai dengan perkembangannya.” Ungkap Indra.

Sementara itu Advisor Ketus Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Achmad Buchori menyampaikan bahwa LKMS yang nantinya dikenal dengan Bank Wakaf Mikro ini adalah yang pertama di Lampung dan yang ke-30 secara nasional.

“Pemberian izin usaha ke Koperasi LKMS Pondok Pesantren Minhadlul Ulum ini diharapkan dapat menyediakan akses permodalan atau pembiayaan bagi masyarakat yang belum terhubung dengan lembaga keuangan formal khususnya di lingkungan Pondok Pesantren Minhadlul Ulum dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan, pendampingan serta pendekatan kelompok masyarakat di lingkungan pesantren dalam rangka pemberdayaan ekonomi umat. “ Ungkap Buchori.

Beliau juga menambahkan bahwa Koperasi LKMS Ponpes Minhadlul Ulum ini akan di-grand launching pada Januari 2019 mendatang oleh Presiden RI. OJK Lampung juga mendorong tumbuhnya LKM/LKMS di tingkat desa maupun kecamatan di Lampung. Selain menjadi penggerak perekonomian, kehadiran LKMS di setiap desa diharapkan bisa mengurangi ketergantungan masyarakat pada rentenir.

"Dipilihnya Pondok Pesantren karena Pondok Pesantren mempunyai peran yang besar dan sangat menyatu dengan masyarakat sekitar. Sehingga akan mudah memastikan apabila dana yang disalurkan itu tepat sasaran." kata Buchori.

Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved