Pengacara Hotman Paris Ungkap Pengakuan Keluarga Korban Lion Air Dapat Ancaman dari Oknum

Pengacara Hotman Paris Ungkap Pengakuan Keluarga Korban Lion Air Dapat Ancaman dari Oknum

Pengacara Hotman Paris Ungkap Pengakuan Keluarga Korban Lion Air Dapat Ancaman dari Oknum
(KOMPAS.com/ RINDI NURIS VELAROSDELA)
Pengacara Hotman Paris dan Kuasa hukum dari Ribbeck Law Chartered, Manuel von Ribbeck di Kopi Johny, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (29/11/2018). 

Pengacara Hotman Paris Ungkap Pengakuan Keluarga Korban Lion Air Dapat Ancaman dari Oknum

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pengacara Hotman Paris mengungkap adanya ancaman yang diterima keluarga korban Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Karawang hingga merenggut nyawa penumpang dan awak pesawatnya.

Hotman Paris mengatakan, sejumlah keluarga korban Lion Air JT-610 mendatanginya di Kopi Johny, Kamis (29/11/2018) pagi.

Keluarga korban pesawat Lion Air JT-610 menindaklanjuti ajakan Hotman Paris untuk menggugat pabrikan Boeing, yang mana pesawatnya dipakai Lion Air hingga kemudian jatuh di perairan Karawang.

Korban Lion Air JT-610 Bisa Dapat Ganti Rugi hingga USD 10 Juta, Firma Hukum Tawarkan Bantuan Gratis

Selain meminta bantuan pada Hotman Paris, keluarga korban ini ingin pengacara dari Amerika turut membantu mereka menggugat Boeing.

"Inilah keluarga korban yang sekarang datang ke Kopi Jony terkait pertemuan dengan pengacara dari Amerika," kata Hotman Paris dalam videonya.

"Ini ibu yang putrinya pramugari, siapa nama putrinya Bu?" tambahnya.

"Shintia Melina," ujar wanita berbaju hijau dalam video tersebut.

Lalu, Hotman menjelaskan bahwa ada ancaman yang diberikan pada keluarga korban untuk tidak menuntut di negara manapun.

"Menurut informasi, para keluarga korban ini sudah dihubungi oleh oknum-oknum dari perusahaan penerbangan akan memberikan santunan yang jumlahnya relatif kecil sesuai peraturan tapi dengan syarat tidak boleh mengajukan gugatan tuntutan di negara manapun termasuk di Indonesia," ujar Hotman.

Padahal, menurut Hotman santuanan yang berdasarkan Menteri Perhubungan tersebut bisa diberikan pada korban kecelakaan yang paling ringan sekalipun.

Halaman
1234
Penulis: Heribertus Sulis
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved