Tribun Bandar Lampung

Pohon-pohon Jadi Tempat Mejeng Banner Iklan Usaha dan Caleg

Pohon-pohon di berbagai ruas jalan masih menjadi tempat mejeng banner iklan usaha maupun caleg.

Pohon-pohon Jadi Tempat Mejeng Banner Iklan Usaha dan Caleg
Tribun Lampung/Eka Ahmad Sholichin
Banner dan lempengan seng berisi iklan menempel di pohon di jalan jalur dua Perumahan Bukit Kemiling Permai, Bandar Lampung. Banner dan lempengan seng ini ditempel dengan cara dipaku. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG EKA AHMAD SHOLICHIN

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pohon-pohon di berbagai ruas jalan di Bandar Lampung masih menjadi tempat mejeng banner iklan usaha maupun calon anggota legislatif. Banyak pohon menjadi "korban" pemasangan banner, lempengan seng, dan sejenisnya yang dipaku ke batang pohon.

Pantauan Tribun Lampung, Rabu (28/11/2018), kondisi tersebut tampak di berbagai ruas jalan, seperti Jalan Teuku Umar, Jalan Raden Imba Kesuma, dan Jalan Imam Bonjol. Banner yang terpasang antara lain berisi iklan servis kulkas, tawaran pinjam uang di lembaga pembiayaan alias leasing, penjualan tanah, hingga gambar caleg.

Kepala Dinas Pertanian Bandar Lampung Agustini menjelaskan, pihaknya telah menyampaikan imbauan mengenai larangan pemasangan banner dan sejenisnya di pohon-pohon.

"Sebenarnya sudah ada imbauan tidak boleh memasang semacam banner, APK (alat peraga kampanye), dan lainnya di pohon-pohon dengan cara merusak (memaku dan lainnya). Pol PP (petugas Badan Polisi Pamong Praja) juga sudah (sering) menurunkan banner yang menyalahi aturan," katanya.

Agustini mengakui tidak ada sanksi bagi pelanggar yang memasang banner dan sejenisnya dengan cara yang merusak.

"Untuk sementara, nggak ada sanksi. Tapi, upaya kami adalah dengan melakukan pencopotan banner yang melanggar karena takut merusak pohon," ujarnya.

Ia pun memastikan pihaknya rutin memantau kondisi pohon ditempeli banner dan APK caleg.

"Kalau pas ketahuan, kami selalu beri tahu, jangan pasang di pohon. Kan untuk iklan sudah ada space (tempat) tersendiri dari pemerintah," kata Agustini.

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved