Tribun Metro

Pemkot Diminta Tidak Munculkan Proyek di Luar APBD 2019

Apa yang dibahas dan disepakati antara DPRD bersama eksekutif itu harus sesuai. Jadi jangan ada proyek siluman yang muncul tiba-tiba

Pemkot Diminta Tidak Munculkan Proyek di Luar APBD 2019
Tribun Lampung/Indra Simanjuntak
Nasrianto Effendi, anggota DPRD Metro 

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Komisi I DPRD Kota Metro meminta istilah proyek siluman tidak lagi muncul dalam APBD 2019. Karena itu, DPRD meminta perencanaan bersama pemkot harus matang dan transparan.

"Apa yang dibahas dan disepakati antara DPRD bersama eksekutif itu harus sesuai. Jadi jangan ada proyek siluman yang muncul tiba-tiba di luar pembahasan," ujar Wakil Ketua Komisi I Nasrianto Effendi, Jumat (30/11).

DPRD Metro: Lelang Jabatan Pemkot Harus The Right Man In The Right Place

Dikatakannya, sudah menjadi acuan bagi masing-masing SKPD dalam menyusun rencana kerja anggaran dalam APBD, yang selalu dibahas bersama dengan DPRD. Karenanya, perencanaan harus sesuai dengan realisasi.

"Kami tidak mau tahu jika tiba-tiba ada muncul proyek yang di luar kesepakatan yang dibahas antara DPRD dengan pemkot. Siluman itu. Kan sudah pernah tuh. Harus sesuai dengan yang dibahas SKPD itu lah," ungkapnya.

Pihaknya mengharapkan, pihak eksekutif untuk transparan dalam mengelola dan menggunakan anggaran negara. Sehingga tidak ada lagi muncul program-program yang tidak sesuai dengan perencanaan.

DPRD Metro Ingin Disdik Prioritaskan Anggaran untuk Pembangunan SDM

Ia menambahkan, jika sampai terjadi, maka akan bermasalah nantinya. Dan eksekutif harus bertangung jawab. "Kalau ada kedapatan program selain KUAPPS masing-masing SKPD, maka pemerintah harus bertanggung jawab," tukasnya.

Menurutnya, KUPPAS yang telah disusun harus mengakomodir agenda pembangunan yang telah ditetapkan dengan perencanaan yang telah ada. "Karena itu sama-sama dirancang, antara dewan dengan eksekutif," imbuhnya.

Sementara, Pemerintah Kota (Pemko) Metro memprioritaskan peningkatan kualitas sarana dan prasarana kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit daerah dalam anggaran 2019.

Wakil Wali Kota Djohan mengatakan, pemkot juga memfokuskan pada peningkatan mutu pendidik dengan memprogramkan kompetensi melalui pelatihan, workhshop, dan sosialisasi yang dianggarkan APBD 2019.

"Jadi untuk mendukung sarana dan prasarana juga dilakukan upaya peningkatan kualitas SDM dengan memprogramkan pelatihan. Sudah kita anggarkan pada 2019, tinggal realisasinya saja," terangnya.(dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved