Bayi Pengidap Hidrosefalus Asal Dente Teladas Butuh Uluran Tangan

Bayi laki-laki berumur 11 bulan asal Pasiran Jaya, Dente Teladas, Tulangbawang, mengidap hidrosefalus.

Bayi Pengidap Hidrosefalus Asal Dente Teladas Butuh Uluran Tangan
Tribun Lampung
Ardhi, bayi umur 11 bulan pengidap hidrosefalus asal Dente Teladas, Tulangbawang, tergolek di tempat tidur di Rumah Singgah Peduli Cabang Lampung, Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Penengahan, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, Senin (3/12/2018). 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG EKA AHMAD SHOLICHIN

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Bayi laki-laki berumur 11 bulan asal Kelurahan Pasiran Jaya, Kecamatan Dente Teladas, Tulangbawang, mengidap hidrosefalus. Bayi bernama Ardhi, buah hati Minan (36) dan Daryatun (31), itu membutuhkan bantuan untuk biaya pengobatan dan pemulihan pascaoperasi, termasuk biaya operasional keluarga yang mendampingi.

Kini, bayi malang tersebut tinggal sementara di Rumah Singgah Peduli Cabang Lampung, Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Penengahan, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung.

Minan menceritakan, anak keduanya itu tampak normal saat lahir. Namun, memasuki umur dua bulan, kepalanya membesar.

"Awalnya kami bawa ke rumah sakit di Metro karena sakit. Setelah setengah bulan, kami bawa pulang. Tapi, nangis terus, apalagi kalau malam," tuturnya di Rumah Singgah Peduli Cabang Lampung, Senin (3/12/2018).

Keluarga kemudian membawa bayi Ardhi ke dokter anak di Tulangbawang. Dari hasil pengecekan, jelas Minan, dokter menyatakan putranya positif mengidap hidrosefalus. Dokter lalu merujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek, Bandar Lampung.

"Waktu itu, karena masih sakit dan badannya masih kecil, dokter suruh sehatkan dulu. Kami tunggu sampai umur 11 bulan, karena terbentur kondisi ekonomi juga," kata Minan. "Kalau anak, kan gratis untuk makannya. Tapi buat sangu (biaya operasional) kami di RS, makannya, gimana? Namanya kami ini orang nggak punya," sambungnya.

Minan mengungkapkan, dalam rentang umur dua bulan hingga 11 bulan, kondisi kepala anaknya semakin membesar.

"Untuk makan dan minum, biasa (masih bisa). Tapi yang buat kami sedih, kepalanya kok semakin besar," ujarnya.

Minan mengaku sudah hampir dua pekan di Bandar Lampung untuk membawa putranya ke RSUDAM untuk operasi. Ia bermodalkan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan.

"Kami ke RSUDAM sekitar dua minggu lalu. Minggu depannya, operasi. Dan Rabu (5/12/2018) besok ini, kontrol," katanya.

Minan pun memilih tinggal sementara di rumah singgah untuk menghemat biaya ketimbang harus bolak balik ke rumah.

"Daripada keluar biaya lagi buat sana sini, mending tinggal sementara di sini. Itu juga saran dari suster yang merawat di RSUDAM," ucapnya.

Kondisi bayi hidrosefalus asal Dente Teladas ini sekarang sudah mulai membaik pascaoperasi.

"Sudah mulai membaik kondisinya. Cairan di kepala mulai berkurang sepertinya. Kalaupun ada pihak yang mau bantu, kami terbuka," tutur Minan.

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: yoso
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved