Tribun Tanggamus

Kisah Camat Cukuh Balak yang Harus Naik Perahu ke Tengah Laut untuk Cari Sinyal Telepon

Camat Cukuh Balak Rusdi terpaksa naik perahu ke tengah laut untuk melakukan koordinasi dengan aparat guna menanggulangi bencana.

Kisah Camat Cukuh Balak yang Harus Naik Perahu ke Tengah Laut untuk Cari Sinyal Telepon
Tribun Lampung/Tri Yulianto
Rusdi di atas sepeda motor yang disewanya, Senin, 3 Desember 2018. Rusdi menyewa motor seharga Rp 50 ribu sehari untuk menuju kantor Pemkab Tanggamus. 

Kisah Camat Cukuh Balak yang Harus ke Tengah Laut untuk Cari Sinyal Telepon

Laporan Reporter Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pekan lalu membuat wilayah Kecamatan Cukuh Balak, Tanggamus terisolasi.

Pasalnya, akses jalan lintas kecamatan yang menuju Kecamatan Cukuh Balak masih tertutup longsor. 

Dampak lainnya adalah robohnya tiang listrik sebagai pasokan energi ke menara telekomunikasi.

Akibatnya, Camat Cukuh Balak Rusdi terpaksa naik perahu ke tengah laut untuk melakukan koordinasi dengan aparat guna menanggulangi bencana yang melanda wilayahnya. 

BREAKING NEWS - Banjir di Lampung, Jalan di Cukuh Balak Putus karena Tertutup Longsor

Menurut Rusdi, sejak Sabtu 1 Desember 2018 sampai saat ini wilayah Cukuh Balak masih terisolasi.

Selama listrik tidak ada, menara telekomunikasi pun tidak berfungsi. 

Longsor di Limau, Tanggamus.
Longsor di Limau, Tanggamus. (Tribun Lampung/Tri Yulianto)

"Jadi kemarin, untuk tahu soal rapat (membahas) masalah bencana, saya naik perahu dulu ke tengah laut. Setelah itu, barulah dapat sinyal. Sebab, kalau di darat tidak ada sinyal," kata Rusdi, Senin, 3 Desember 2018.

Rusdi menjelaskan, rapat pembahasan bencana dijadwalkan pada Senin siang bersama bupati di kantor Pemkab Tanggamus.

Halaman
123
Penulis: Tri Yulianto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved