Pengacara Eks Kalapas Kalianda Hadirkan Saksi Meringankan

Pengacara mantan Kalapas Kalianda, Muchlis Adjie (51), menghadirkan dua saksi a de charge.

Pengacara Eks Kalapas Kalianda Hadirkan Saksi Meringankan
Tribun Lampung/Hanif Risa Mustafa
Pengacara terdakwa mantan Kalapas Kelas IIB Kalianda Muchlis Adjie menghadirkan dua saksi meringankan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Senin, 3 Desember 2018. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG HANIF RISA MUSTAFA

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pengacara mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kalianda, Lampung Selatan, Muchlis Adjie (51), menghadirkan dua saksi a de charge (meringankan) bagi kliennya. Upaya menghadirkan dua saksi ini untuk menyangga keterangan dalam persidangan sebelumnya.

"Selama ini, ada sedikit yang pincang dalam keterangan saksi-saksi bahwa KPLP (kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan) tidak tahu kapalas cuti. Sementara, dia memberitahu kepada pegawai bahwa kalapas cuti," kata pengacara terdakwa Muchlis Adjie, Firmauli Silalahi.

Menurut Firmauli, ada keterangan yang janggal antara Muchlis dan KPLP terkait perlakuan kepada narapidana kasus narkoba Marzuli.

"KPLP bilang tidak pernah bergaul dengan Marzuli. Ternyata, ada. Itu yang kami luruskan dari saksi yang meringankan ini," ujarnya.

Sementara Jaksa Penuntut Umum Andri Kurniawan mempertanyakan kehadiran dua saksi meringankan tersebut. Ia menyebut keduanya tidak melihat secara langsung peristiwa yang terjadi di Lapas Kalianda.

"Saksi ini saksi yang tidak melihat secara langsung peristiwa itu. Dia tahu dari orang lain," kata JPU Andri.

Ia pun berharap ada upaya konfrontir antara kesaksian dari saksi meringankan bagi terdakwa Muchlis tersebut dengan KPLP Kalianda.

Mantan Kalapas Kalianda Muchlis Adjie menjadi terdakwa permufakatan jahat, yaitu menawarkan jual beli dan menjadi perantara narkoba di dalam lapas.

"Muchlis telah memberikan kemudahan kepada napi narkoba Marzuli yang kedapatan mengendalikan sabu seberat 2,7 kilogram dan 4.000 butir pil ekstasi," jelas JPU Roosman Yusa dalam sidang dakwaan beberapa waktu lalu.

Dalam kasus ini, Muchlis terjerat pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 atau pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved