TRIBUNWIKI KESEHATAN

Cara Mengatasi Migrain, Kenali Gejala, Fase, dan Penyebab Migrain

Dokter di Bandar Lampung, Oscar Panji Suhandi menjelaskan, meski penyebab migrain belum diketahui secara pasti, ada beberapa teori yang menyebutkan

Cara Mengatasi Migrain, Kenali Gejala, Fase, dan Penyebab Migrain
grafis tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - Cara Mengatasi Migrain, Kenali Gejala, Fase, dan Penyebab Migrain. 
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Migrain adalah nyeri kepala dengan intensitas sedang hingga parah, yang terasa berdenyut. Migrain umumnya hanya mengenai sebelah sisi kepala. Migrain kerap dialami banyak orang, dan hal tersebut bisa sampai mengganggu aktivitas. Sampai saat ini, penyebab migrain belum diketahui secara pasti.
Dokter di Bandar Lampung, Oscar Panji Suhandi menjelaskan, meski penyebab migrain belum diketahui secara pasti, ada beberapa teori yang menyebutkan bahwa migrain terjadi karena permasalahan di syaraf dan pembuluh darah.
"Selain itu, ada juga yang menyebutkan karena kebanyakan hormon serotonin alias hormon stres dan kurang tidur, kata Oscar Panji Suhandi.
"Dari semua penyebab migrain itu, yang paling sering saya temui adalah kurang tidur," kata Oscar menambahkan.

Migrain Terbagi Dua

Pemilik Apotek Oscar Jaya itu menuturkan, migrain dibagi menjadi dua, yakni migrain nonaura dan migrain aura.
Migrain nonaura adalah migrain tanpa disertai dengan gangguan lain.
Sementara, migrain aura adalah migrain yang disertai dengan gangguan penciuman, penglihatan, dan suara.
Seseorang baru bisa dikatakan migrain kalau sudah terkena serangan migrain sebanyak lima kali atau lebih.
Sedangkan untuk migrain aura, penderita yang sudah terserang migrain sebanyak dua kali saja, sudah bisa dikatakan migrain.
Serangan itu biasanya terjadi selama beberapa jam dan beberapa hari.

Beda Migrain dengan Sakit Kepala

Oscar menyatakan, gejala migrain berupa mengalami nyeri hanya di sebelah kepala, dengan intensitas sedang sampai parah.
Migrain pun sering disertai dengan rasa mual.
Gejala migrain tersebut yang membedakan antara migrain dengan sakit kepala.
Karena, nyeri yang ditimbulkan akibat sakit kepala bisa sampai ke seluruh bagian kepala.

Penyebab Migrain Terbagi 4 Fase

Migrain terbagi menjadi empat fase.
Pertama, prodromal yang merupakan gejala awal berupa mood swing selama dua jam sampai dua hari sebelumnya.
Kedua, fase aura berupa lebih sensitif terhadap cahaya, bau, dan suara.
Ketiga, rasa sakit.
Keempat, postdromal, yakni sesudah serangan.
Ada yang gampang lelah, masih sakit tapi ringan, dan ada yang merasa lebih segar.

Migrain Bisa Serang Anak Kecil

Anak usia enam tahun sudah bisa terkena migrain.
Kondisi itu mungkin belum diketahui banyak orang.
"Jawabannya karena anak-anak sekarang beda dengan anak-anak dahulu," ujar Oscar.
"Anak-anak sekarang bisa banyak pikiran dan stres karena sekolah," tambah Oscar.
Selain itu, anak-anak bisa mengalami mata lelah yang dapat memicu terserang migrain.
Penyebab dari mata lelah karena terlalu sering melihat gadget.
"Jadi kalau ada yang mengatakan cahaya gadget yang menyebabkan migrain, itu salah," ujarnya.
Oscar menyatakan, migrain paling banyak menyerang pria usia sebelum akil baligh.
Kondisi berbeda terjadi setelah akil baligh, di mana orang yang paling banyak terkena migrain justru adalah wanita.
Penyebab dari kondisi itu sampai sekarang belum diketahui.
Diperkirakan, penyebab migrain tersebut karena faktor hormonal.
Bahkan, ada juga yang dikaitkan dengan faktor genetik.
"Jika orangtuanya ada riwayat terkena migrain, anaknya jadi lebih mudah terkena migrain. Jika migrain dibiarkan terus menerus, bisa menjadi migrain kronis yang artinya migrain akan terus berulang," terang Oscar.

Cara Mengatasi Migrain

Migrain harus segera diatasi, agar tidak berlangsung terus menerus dan mengganggu aktivitas.
Cara mengatasi migrain tidak harus mengonsumsi obat dari dokter.
Sebab, ada cara mengatasi migrain lain yang mudah untuk diterapkan.
Dokter di Bandar Lampung, Endang Budiati mengatakan, cara mengatasi migrain adalah dengan mengendalikan stres.
Ada tipe orang yang ketika stres makan banyak.
"Akibatnya, aktivitas lambungnya meningkat. Akhirnya, terjadi migrain," ujar Endang Budiati.
Cara mengatasi migrain lainnya adalah mengubah perilaku gaya hidup.
Semisal, rutin berolahraga, jangan begadang, serta hindari minum alkohol dan merokok.
Orang yang minum alkohol dan merokok, menurut Endang, mengalami kondisi sulit tidur malam cepat.
"Akhirnya jadi begadang. Padahal, tidur harus teratur 6 jam-8 jam sehari, dan diutamakan harus malam hari," urai Endang.
Saran lain disampaikannya adalah mengonsumsi makanan sehat, menghindari konsumsi makanan dicampur penyedap rasa, dan menjaga berat badan stabil.
"Belum banyak yang tahu kalau kelebihan berat badan bisa memicu terjadinya migrain, termasuk pada anak-anak," terangnya.
"Hati-hati, migrain bisa kembali lagi kapan saja setelah migrain itu sembuh. Agar tidak kembali harus bisa mencegahnya dengan cara yang sama seperti saya sebutkan," jelas Endang. (jelita dini kinanti)
Penulis: Jelita Dini Kinanti
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved