Tribun Lampung Selatan

Akademisi Nilai Pemkab Lamsel Lamban Mengkaji Ulang RTRW

Rencana Pemkab Lampung Selatan yang baru akan meninjau/merevisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) pada tahun 2019 dinilai sedikit terlambat.

Akademisi Nilai Pemkab Lamsel Lamban Mengkaji Ulang RTRW
Ist
Akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Kalianda, Zulfahmi Sengaji 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID., LAMSEL – Rencana pemerintah kabupaten Lampung Selatan yang baru akan meninjau/merevisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) pada tahun 2019 dinilai sedikit terlambat.

Seharusnya pembahasan tentang peninjauan/revisi RTRW ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu, bersamaan dengan dimulainya pembangunan jalan tol trans Sumatera (JTTS).

“Harusnya sudah sejak awal RTRW daerah ditinjau. Karena hadirnya jalan tol tentu akan berdampak adanya perbuahan pada pembangunan daerah,” kata Akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Kalianda, Zulfahmi Sengaji kepada tribun, rabu (5/12).

BMKG Prakirakan Sebagian Wilayah Lampung Siang Ini Cerah, Waspada Hujan Lebat di Malam Hari

Lamaran Pakai Emas Putih, Bagaimana Hukumnya?

Menurutnya, jika pemerintah kabupaten Lampung Selatan lebih awal melakukan peninjauan/revisi pada RTRW guna menyikapi dampak hadirnya tol.

Tentu pada saat JTTS yang rencananya secara resmi dioperasikan pada tahun 2019 mendatang, pemerintah daerah sudah akan siap dengan dampak yang mungkin muncul.

Menurut Zulfahmi, keterlambatan ini tentu membuat langkah pemerintah daerah membersiapkan diri juga akan lambat. Karena RTRW nantinya akan menjadi salah satu landasan dalam penyusunan program pembangunan daerah kedepan.

Kehadiran jalan tol pun diyakininya akan berdampak besar pada kabupaten Lampung Selatan.

Karenanya ia pun mengingatkan pemerintah daerah untuk serius dalam mempersiapkan diri dan menyusun langkah-langkah guna menghadapi dampak dan perubahan yang dihadirkan jalan tol.

“Pemerintah daerah sudah harus memiliki rencana mantang. Menginventarisir potensi-potensi daerah yang bisa dikembangkan. Karena kedepan persaingan antar daerah akan semakin ketat. Daerah yang gagap dalam menghadapi perubahan, dia akan tertinggal,” terang Zulfahmi.(dedi/tribunlampung).    

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved