Hadapi Pilpres 2019, Pengamat Sebut Jokowi Ikut Gaya SBY

Hadapi Pilpres 2019, pengamat sebut Jokowi tiru gaya SBY. Ini alasanya.

Hadapi Pilpres 2019, Pengamat Sebut Jokowi Ikut Gaya SBY
Saluran YouTube Kompas tv
Seorang Nenek Menerobos Paspampres demi Memeluk Presiden Jokowi, Pesan Misterius Tak Diungkap. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik sekaligus pakar komunikasi politik Hendri Satrio menyebutkan, capres Joko Widodo mengikuti gaya Susilo Bambang Yudhoyono saat maju kembali sebagai di pilpres kedua kali.

Menurutnya, kini Jokowi sedang aktif-aktifnya melakukan peresmian di berbagai lini pembangunan serta menyiapkan berbagai bantuan sosial (bansos) yang akan diluncurkan pada tahun depan.

Respons Cut Meyriska Seusai Sang Ayah Tak Restui Hubungannya dengan Roger Danuarta

Hal itu, dilakukan juga kala SBY maju kedua kali sebagai capres di 2009 silam.

 
"Pak Jokowi sudah mulai mengikuti cara (kampanye) Pak SBY pada saat SBY di periode kedua. Artinya dia (Jokowi) menyiapkan bantuan sosial, dana kelurahan, dana desa yang akan dikeluarkan Januari atau Februari nanti," ujarnya saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/12/2018).

Ia menuturkan, tak salah jika tahun depan agenda Presiden Joko Widodo akan dipenuhi dengan peresmian.

Hal itu bagi Hendri wajar, sebab dengan melakukan berbagai peresmian dan menebar bansos, SBY di zamannya menang dan kembali meraih kursi nomor 1.

 
"Ya kalau menurut saya sih wajar saja, mau menang gak, kalau mau menang ya contoh saja yang sudah menang (SBY). Caranya gimana ya kebijakan-kebijakan populis yang disebarkan. Itu efektif, karena pak Jokowipunya kekuatan blusukan, kalau ditambah peluru itu wah luar biasa dasyhat," terang dia.

Polres Tulangbawang Ungkap Komplotan Ganjal ATM Asal Lampung Timur, Beroperasi Lintas Kabupaten

Lebih lanjut ia menambahkan, kebijakan yang menyangkut ekonomi dan populer lebih mengenai di masyarakat.

"Kenapa pada saat Sandi bilang tempe setipis ATM rakyat itu mengerti, kenapa pada saat Sandi pakai petai rakyat merespon, karena mengerti, mereka paham bahas ekonomi yang ingin disampaikan Mas Sandi. Kalau kemudian larinya ke angka, ke angka, dan angka memang susah (data)," terang dia.

Editor: Safruddin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved