Tribun Bandar Lampung

Tanggulangi Bencana Musim Penghujan, BPBD Rutinkan Latihan Tim Peleton Cadangan

BPBD Bandar Lampung dalam rangka penanggulangan bencana masuki musim penghujan melakukan inovasi dengan merutinkan latihan kepada tim peleton cadangan

Tanggulangi Bencana Musim Penghujan, BPBD Rutinkan Latihan Tim Peleton Cadangan
Dok.BPDD Bandar Lampung
BPBD Rutinkan Latihan Tim Peleton Cadangan 

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Sholichin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung dalam rangka penanggulangan bencana memasuki musim penghujan melakukan inovasi dengan merutinkan latihan kepada tim peleton cadangan.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris BPBD Kota Bandar Lampung, Rizki saat dijumpai di ruang kerjanya, Rabu (5/12/2018).

"Ya guna menambah kapasitas kinerja kita adakan pelatihan pemasangan tenda dan juga pelatihan menggunakan alat lain termasuk penggunaan perahu karet untuk peleton cadangan," ungkapnya.

Pemkot Akan Tambah Lagi 300 Tapping Box di Hotel dan Restoran di Bandar Lampung

Tempat Mangkal SIM Keliling Polda dan Polresta Kamis 6 Desember 2018

Durasi pelatihan kira-kira antara 2-3 jam karena sebenarnya ini hanya penyegaran saja dan dalam satu minggu beragam pelatihannya mulai pemasangan tenda, alat komunikasi, perahu karet dan lainnya.

"Karena sebenarnya mereka ini kan bukan dari nol, karena ketika masuk satgas sudah diberikan beragam latihan sejak awal masuk," tuturnya.

Menurutnya, output yang diharapkan dengan pelatihan ini nanti ketika terjadi hal yang tidak diinginkan maka seluruh anggota dapat melaksanakan kegiatan tersebut dengan lancar dan baik.

"Jadi memang hanya mengasah keterampilan mereka saja. Artinya kita sehebat apapun tanpa sering latihan tidak akan maksimal maka penyegaran selalu dilaksanakan. Nanti diagendakan mingu pertama apa, kedua apa, dan programnya apa," jelasnya.

Setiap hari peleton cadangan yang terbagi menjadi tiga peleton yaitu peleton A, peleton B, dan peleton C dengan masing-masing peleton berjumlah 65 orang akan bergantian melaksanakan pelatihan itu setiap hari.

Menurutnya, pelatihan ini sebenarnya program lama tapi dilakukan lagi. Dulu misalkan dua bulan sekali mengingat cuaca ekstrem sekarang diupayakan setiap hari.

"Ya namanya bencana tidak ada yang menduga kapan saja bisa terjadi namun kita tidak mengharapkan. Tapi apabila sudah sering latihan maka ketika terjadi, kita sudah siap," tukasnya. (eka)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved