Tribun Lampung Selatan

Terjadi Lonjakan Penumpang, Gapasdap Cabang Bakauheni Minta Penerapan Permenhub Ditunda Usai Natal

Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Cabang Bakauheni berharap penerapan Peraturan Menteri Perhubungan diundur.

Terjadi Lonjakan Penumpang, Gapasdap Cabang Bakauheni Minta Penerapan Permenhub Ditunda Usai Natal
Tribunlampung/Dedi
Gapasdap Cabang Bakauheni Ajukan penerapan peraturan menhub ditunda usai Natal dan Tahun Baru 

Laporan Wartawan Tribunlampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Cabang Bakauheni sempat berharap penerapan Peraturan Menteri Perhubungan diundur. 

Adapun peraturan tersebut PM Nomor 88 tahun 2014 tentang pembatasan ukuran kapal yang beroperasi dilintas penyeberangan selat Sunda harus 5.000 GT.

Hal ini terkait dengan pelayanan Natal dan Tahun Baru.

Mulai 24 Desember, Jumlah Kapal Roro yang Beroperasi di Pelabuhan Bakauheni Berkurang. Ini Alasannya

Sebab, diprediksi akan ada peningkatan jumlah arus penyeberangan hingga mencapai 10-20 persen.

Peningkatan ini tentu membutuhkan jumlah armada kapal yang relatif lebih banyak untuk pelayanan.    

Namun, menurut Kementerian Perhubungan, saat ini sebagian besar kapal yang beroperasi berukuran besar.

Setelah dikurangi jumlah kapal berbobot dibawah 5.000 GT keatas, ada sekitar 55 kapal yang siap beroperasi. Jumlah ini dinilai mencukupi untuk pelayanan natal dan tahun baru.

“Kita dari Gapasdap mengusulkan pelaksanaannya bisa diundur sampai dengan pelayanan Natal dan Tahun Baru selesai. Tapi pihak kementerian menilai jumlah kapal saat ini besar-besar. Jadi meski dikurangi dengan kapal yang tidak memenuhi syarat bobot 5.000 GT keatas tetap akan terlayani,” ujar Ketua Gapasdap Cabang Bakauheni, Warsa kepada Tribun, Kamis (6/12/2018).

VIDEO - Meski Beroperasi Mulai Desember, Pusat Perbelanjaan di Dermaga Premium Bakauheni Belum Buka

Mulai tanggal 24 Desember mendatang, kapal ferry yang beroperasi dilintasan selat sunda (pelabuhan Bakauheni – Merak) akan berkurang.

Ini dikarenakan mulai berlakukan peraturan menteri perhubungan (PM) Nomor 88 tahun 2014 tentang pembatasan ukuran kapal yang beroperasi dilintas penyeberangan selat Sunda.

Dimana dalam Permenhub tersebut disebutkan kapal yang beroperasi dilintasan pelabuhan Bakauheni – Merak yang memiliki panjang sekitar 15 mil ukurannya harus 5.000 GT keatas.

Dengan diterapkannya aturan tersebut, menurut Warsa, maka akan ada sekitar 13-14 kapal yang tereliminasi karena memiliki bobot dibawah 5.000 GT. 

(*)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Teguh Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved