Tribun Lampung Selatan

Batasan Bobot Kapal Diharapkan Tak Pengaruhi Pelayanan Penyeberangan

Pemberlakukan pembatasan bobot kapal ferry yang beroperasi di lintasan Bakauheni – Merak, tidak akan berpengaruh pada pelayanan penyeberangan.

Batasan Bobot Kapal Diharapkan Tak Pengaruhi Pelayanan Penyeberangan
Tribunlampung/Dedi
Truk di Pelabuhan Bakauheni 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMSEL – Para sopir dan pemilik truk angkutan barang lintas pulau berharap pemberlakukan pembatasan bobot kapal ferry yang beroperasi di lintasan Bakauheni – Merak, tidak akan berpengaruh pada pelayanan angkutan penyeberangan.

Pasalnya dengan mulai diberlakukannya peraturan menteri perhubungan (PM) nomor : 88 tahun 2014 tentang pembatasan ukuran kapal yang beroperasi dilintas penyeberangan selat Sunda pada 24 Desember mendatang, maka akan ada pengurangan jumlah kapal yang beroperasi di lintasan Bakauheni - Merak

“Kita beharap meski ada pengurangan kapal karena tidak memenuhi bobot yang dipersyaratkan, ini tidak berpengaruh pada pelayanan penyeberangan nantinya,” kata Eko salah seorang pemilik truk di Palas, jumat (7/12).

KPK Titip Tahanan Bupati Nonaktif Lamsel Zainudin Hasan di Lapas Rajabasa

Sat Lantas Surati Disperkim Minta Penataan Pohon di Pinggir Jalan Jalinsum dan Jalinpatim

Ini pun diamini oleh Darto, seorang sopir truk angkutan barang yang kerap ke Jakarta. Dirinya berharap diberlakukannya aturan tentang batasan bobot kapal ferry di lintasan Bakauheni – Merak tidak akan berpengaruh pada pelayanan.

“Tentu pemerintah sudah memiliki pertimbangan, memberlakukan aturan tersebut. Kita berharap tidak akan berpengaruh pada pelayanan, meski akan ada pengurangan jumlah kapal yang beroperasi,” terang dirinya.

Mulai tanggal 24 Desember mendatang, kapal ferry yang beroperasi dilintasan selat sunda (pelabuhan Bakauheni – Merak) akan berkurang. Ini dikarenakan mulai berlakukan peraturan menteri perhubungan (PM) nomor : 88 tahun 2014 tentang pembatasan ukuran kapal yang beroperasi dilintas penyeberangan selat Sunda.

Dimana dalam Permenhub tersebut disebutkan kapal yang beroperasi dilintasan pelabuhan Bakauheni – Merak yang memiliki panjang sekitar 15 mil ukurannya harus 5.000 GT keatas.(dedi/tribunlampung)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved