Sederet Manfaat Mengajarkan Anak Memasak Sejak Dini

Namun tidak ada salahnya melibatkan anak dalam memasak karena banyak manfaat bagi anak.

Sederet Manfaat Mengajarkan Anak Memasak Sejak Dini
surya
Ilustrasi - memasak bersama anak 

Laporan Reporter Tribun Lampung Jelita Dini Kinanti

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Memasak merupakan aktifitas rutin dilakukan dalam setiap keluarga. Umumnya yang memasak adalah orangtua atau orang dewasa di keluarga itu. Namun tidak ada salahnya melibatkan anak dalam memasak karena banyak manfaat bagi anak.

Psikolog dari Prodi Psikologi Universitas Malahayati Octa Reni Setiawati, M.Psi., Psikolog mengatakan, manfaat itu diantaranya bisa mengembangkan motorik halus anak seperti dari kegiatan memotong sayur dengan tangan, membangun intuisi anak dengan meminta anak untuk mencicipi rasa serta bisa membangun kedekatan dan komunikasi orang tua dengan anak.

"Komunikasi dan kedekatan itu contohnya, orang tua mengatakan pada anak, dek tolong cicipi rasa sayur yang sudah mama masak ini, sudah enak atau belum rasanya. Lalu anak mencicipi sayur itu dan menjawab, oh rasa sayurnya sudah enak kok ma," kata Octa.

Manfaat lain, bisa mengajarkan anak untuk bertanggung jawab. Misal memintanya untuk bertanggung jawab memotong sayuran dengan tangan sampai selesai. Walaupun jumlah sayuran yang harus dipotong tidak banyak. Tapi kalau anak bisa memotong sampai selesai itu artinya anak itu bertanggung jawab.

Psikolog Prodi Psikologi Universitas Malahayati Octa Reni Setiawati
Psikolog Prodi Psikologi Universitas Malahayati Octa Reni Setiawati (Tribunlampung/Dini)

"Sebenarnya melibatkan anak dalam memasak bisa dilakukan sejak anak usia 3 tahun. Hanya saja jangan libatkan dalam memasak yang membahayakan anak. Contoh meminta anak memotong dengan pisau karena dikhawatirkan bisa membuat jari anak bisa teriris, membiarkan anak mudah menyentuh kompor, dan sebagainya," kata Octa.

Itu karena anak usia 3 tahun belum bisa mengembangkan motorik halus dengan baik, dan belum tahu mana yang bahaya. Jadi libatkan anak dalam memasak yang tidak membahayakan, seperti memotong sayur menggunakan tangan. Meskipun sudah bisa ditebak pasti hasil potongannya tidak sama.

Jika ditanya pada usia berapa anak sudah tahu bahaya, tidak bisa dipastikan. Itu karena ada anak yang pada usia 4 tahun sudah tahu bahaya dan sudah bisa pegang pisau.

Sehingga orang tua boleh memberikannya pisau, tetapi orang tua harus mendampingi dan memperhatikan supaya pisau jangan sampai melukai si anak.

Anak yang bisa dilibatkan dalam memasak bukan hanya anak perempuan, anak laki-laki juga bisa. Kalau ada yang berpendapat anak laki-laki yang dilibatkan dalam memasak bisa membuatnya menjadi melambai dan bersikap seperti perempuan, itu kurang tepat.

Anak laki-laki yang dilibatkan dalam memasak selain bisa mendapat manfaat seperti yang sudah disebutkan, juga bisa menjadi chef ketika sudah dewasa. Manfaat lain, bisa membuat anak bisa memasak ketika anak itu harus kost atau terlibat didapur ketika sudah berumah tangga.

Penulis: Jelita Dini Kinanti
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved