Tribun Bandar Lampung

Bumi Waras Termasuk Kecamatan Rawan Banjir, Warga di Tiga Titik Ini Diimbau Waspada

Salah satunya wilayah yang kerap menjadi langganan banjir ketika hujan turun adalah wilayah Kecamatan Bumiwaras.

Bumi Waras Termasuk Kecamatan Rawan Banjir, Warga di Tiga Titik Ini Diimbau Waspada
Tribunlampung.co.id/Perdiansyah
Ilustrasi - Puluhan rumah di Sukaraja, Bumi Waras terendam banjir rob dan satu rumah lainnya jebol diterjang keganasan ombak pesisir Teluk Lampung, Senin 4 Desember 2017. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Sholichin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Musim hujan yang kerap mendera wilayah Bandar Lampung tentunya menjadi hal yang patut diwaspadai terutama bagi masyarakat yang berada di titik-titik yang kerap menjadi wilayah langganan banjir.

Salah satunya wilayah yang kerap menjadi langganan banjir ketika hujan turun adalah wilayah Kecamatan Bumiwaras. Hujan turun dalam hitungan dua jam saja, wilayah tersebut akan terendam banjir.

"Ya wilayah kami ini termasuk langganan banjir. Hujan dikit saja sudah dipastikan banjir," terang Arifin, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Bumiwaras, saat diwawancara, Minggu (9/12/2018).

Masuk Musim Penghujan, Waspada 6 Titik Rawan Banjir di Bandar Lampung

BMKG Prakirakan Sebagian Wilayah Lampung Senin Ini Diguyur Hujan Intensitas Sedang

Menurutnya, ada sebanyak tiga titik yang rawan banjir yaitu dua titik di Gg. Kerawang, Kelurahan Garuntang dan satu titik yang berada di depan kantor KUA Bumiwaras.

"Ya masuknya daerah Kelurahan Garuntang Gg. Kerawang RT 01/02 Lingkungan 1 dan RT O5 Lingkungan 1. Yang di Kerawang ada164 kepala keluarga (KK) dan 153 rumah, sedangkan yang di RT 05 lingkungan 1 (ada 20 rumah dan kantor KUA dan MIN 1 Garuntang)," terangnya.

Penyebab terjadinya banjir di RT01/02 Kelurahan Garuntang, sambung Arifin, karena air kiriman dari Kali Kuala di Jl. Yos Sudarso bertemu dengan air laut pasang, sementara siring tidak mampu menampung air.

"Jadi karena dua titik wilayah ini dikelilingi siring sedangkan siring tidak bekerja optimal karena ada penyumbatan maka air meluap ke permukaan," paparnya.

Hujan turun dalam waktu dua jam saja maka sudah dipastikan terjadi banjir dengan ketinggian rata-rata sekitar 50 cm. Namun memang dalam waktu empat hingga lima jam kering lagi kondisinya.

"Ya untuk solusinya yang di Kerawang ini memang kalau bisa kali dikeruk atau siring didalami. Untuk hal itu kami sudah lapor ke instansi terkait dalam hal ini Dinas PU," jelasnya.

Sedangkan penyebab banjir di RT05 juga disebabkan penyumbatan di siring yang posisinya membelah Jl. Yos Sudarso. "Sudah juga laporan tapi sampai sekarang belum, infonya mau ada solusi. Kami minta dikeruk lagi aja siringnya untuk langkah cepat penanganan," paparnya.

Masyarakat yang berada di lingkungan titik-titik rawan banjir di wilayah tersebut diimbau agar dapat bersama-sama melakukan gotong royong dengan bersih-bersih lingkungan seminggu sekali.

"Dan juga jangan membuang sampah sembarangan karena itu bisa menjadi penyebab terjadinya banjir. Kami tak henti-hentinya setiap kegiatan apapun mengingatkan hal tersebut," tandasnya. (eka)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved