Tribun Tulangbawang

Kapolsek Rawajitu Sebut Penahanan Kendaraan Suplayer BBM untuk Tertib Administrasi

Kapolsek Rawajitu Selatan Iptu Junaidi mengatakan, penahanan kendaraan penyuplai solar ke Rawajitu dilakukan sebagai bentuk penertiban administrasi.

Kapolsek Rawajitu Sebut Penahanan Kendaraan Suplayer BBM untuk Tertib Administrasi
Tribunlampung/Endra
Petambak Dipasena Geruduk Polsek Rawajitu Selatan 

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, RAWAJITU - Kapolsek Rawajitu Selatan Iptu Junaidi mengatakan, penahanan kendaraan penyuplai solar ke Rawajitu dilakukan sebagai bentuk penertiban administrasi.

Langkah itu dilakukan guna mencegah terjadinya penyimpangan bahan bakar minyak (BBM) oleh suplayer nakal.

"Penahanan (kendaraan BBM) untuk penertiban administrasi terkait surat rekomendasi dari kampung untuk menyuplai BBM ke masyarakat. Artinya kalau mereka menyuplai ke wilayah A tidak boleh menyuplai ke wilayah B," terang Iptu Junaidi kepada Tribun, Senin (10/12).

Junaidi menilai, selama ini banyak masyarakat khususnya petambak Dipasena yang membeli solar melalui suplayer, bukan membeli di SPBU.

Kesal Solar Langka, Puluhan Ibu-ibu Petambak Dipasena Geruduk Polsek Rawajitu

"Suplayer yang ke rawajitu ini kan banyak dari luar, makanya kita tertibkan. Tapi kendaraanya sudah kita lepas. Penertiban ini kami lakukan untuk mencegah adanya penyimpangan BBM yang masuk ke rawajitu," papar Junaidi.

Untuk mencegah terjadinya kelangkaan BBM khususnya solar di Rawajitu, dia juga meminta masyarakat untuk mengusulkan penambahan SPBU di Rawajitu.

Puluhan kaum ibu dari petambak Dipasena Kecamatan Rawajitu Timur Kabupaten Tulangbawang menggeruduk kantor Polsek setempat, Senin (10/12) pagi.

Kedatangan kaum hawa ke Mapolsek tersebut sebagai luapan kekesalan para petambak diwilayah berikat itu atas kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar diwilayah mereka.

Belum cukup susah dengan tingginya harga pakan,  murahnya harga jual udang dan serangan penyakit WSSV,  kondisi sulit ini masih harus diperparah lagi dengan langkanya solar yang dibutuhkan untuk penerangan dan proses produksi budidaya udang petambak.

Kelangkaan solar yang terjadi diareal pertambakan udang bumi dipasena itu di sinyalir terjadi karena terhentinya suplai solar eceran yang masuk ke Kecamatan tersebut.

Warga menduga, terhentinya suplai solar itu disebabkan kendaraan yang menyuplai solar tertangkap razia Polsek Rawajitu Selatan dan Polres Tulangbawang.

Buntutnya, ibu-ibu petambak yang tergabung dalam Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia (PPNI) beramai-ramai mendatangi kantor Polsek Rawajitu untuk mengklarifikasi.

Mereka juga meminta solusi terkait permasalah kelangkaan bahan bakar yang terjadi karena adanya razia yang dilakukan oleh pihak kepolisian setempat. (endra)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved