Bergembira Bersama Gas Bumi

Aroma masakan semerbak memenuhi dapur Rumah Makan (RM) Ampera Simpang Ampek di Jalan Sumpah Pemuda, belakang PKOR Perumnas Way Halim, Bandar Lampung.

Bergembira Bersama Gas Bumi
TRIBUN LAMPUNG
PAKAI GAS BUMI - Uni Yenti memasak sambal menggunakan gas bumi di dapurnya, Kamis (13/12/2018). Gas bumi itu baru mengalir ke rumahnya sejak sebulan terakhir. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Aroma masakan semerbak memenuhi dapur Rumah Makan (RM) Ampera Simpang Ampek di Jalan Sumpah Pemuda, belakang PKOR Perumnas Way Halim, Bandar Lampung, sekitar pukul 08.00 WIB, Kamis (13/12/2018).

Lebih dari 10 kompor menyala. Apinya besar. Kuali, panci, dandang berukuran jumbo nampak di atas setiap kompor gas itu.

Para pekerja terlihat sibuk dengan masakan masing-masing. Ada yang menggoreng ayam, menggoreng ikan, menumis sambal hijau, menanak nasi, memasak sayur nangka, dan banyak lagi.

Aroma beragam menu khas masakan padang nan lezat pun memenuhi ruangan. Semilir angin membawa aroma itu keluar dapur hingga membuat setiap orang yang lewat ikut menghirup aroma nikmatnya.

Diantara pekerja yang memasak itu terlihat Uni Yenti dan suami, sang pemilik rumah makan. Keduanya turun langsung membantu memasak.

Uni Yenti terlihat sedang mengaduk sambal goreng di kompor yang telah teraliri gas bumi. Sesekali dia mengobrol dengan sang suami yang sedang menanak nasi di sampingnya.

Sudah sebulan terakhir, Uni Yenti merasakan memasak pakai gas bumi. "Ya begini setiap hari aktivitasnya. Memasak. Kompor yang ini (seraya menunjukkan kompor tempatnya memasak sambal goreng) sudah pakai gas bumi," ujarnya membuka cerita di siang hari yang cerah itu seraya tersenyum.

Enam Bulan Pakai Gas Bumi Belum Ada Tagihan

Ia mengatakan, penggunaan gas bumi tersebut ternyata sangat praktis. Selang dari pipa gas bumi langsung terhubung ke kompor gas. Selang tersebut tidak perlu dibongkar pasang, sebab gas selalu mengalir kapan saja dibutuhkan. Bahkan, terus dia, kompor gas bumi tersebut merupakan kompor gasnya yang lama, yang biasa memakai gas elpiji.

"Ini praktis sekali. Kapan saja mau masak tinggal hidupkan kompor. Gak khawatir kehabisan gas. Belum lagi kita gak perlu mencopot dan memasang selang gasnya, karena memang gak pakai tabung. Gasnya langsung ngalir dari pipa (seraya menunjukkan pipa gas bumi PGN di dinding) ke kompor," kata dia.

Menurutnya, setiap rumah tangga di sana kebagian instalasi gas bumi gratis. Kebetulan rumahnya sekaligus dapur untuk memasak bagi usaha rumah makan mereka. Rumah makan sendiri berada di samping kediamannya.

Halaman
1234
Penulis: Gustina Asmara
Editor: Gustina Asmara
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved