Tribun Tulangbawang

Satpolair Polres Tuba Gagalkan Penyelundupan Sabu Lewat Jalur Air

Satuan Kepolisian Perairan (Satpolair) Polres Tulangbawang menggagalkan penyelundupan sabu melalui jalur air.

Satpolair Polres Tuba Gagalkan Penyelundupan Sabu Lewat Jalur Air
Tribunlampung/Endra
Satpolair Polres Tuba Gagalkan Penyelundupan Sabu Lewat Jalur Air 

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Satuan Kepolisian Perairan (Satpolair) Polres Tulangbawang menggagalkan penyelundupan sabu melalui jalur air.

Polisi menangkap SB (34), yang diduga kuat sebagai pemilik narkotika jenis sabu.

Kasat Polair Ipda Iwan Syafaruddin mewakili Kapolres Tulangbawang AKBP Syaiful Wahyudi mengatakan, pelaku ditangkap, Rabu (12/12), sekira pukul 12.30 WIB, di perairan kanal Rawa Jitu, Kampung Sidang Iso Mukti, Kecamatan Rawa Jitu Timur, Kabupaten Mesuji.

“SB merupakan warga Kampung Wono Agung, Kecamatan Rawa Jitu Selatan, Kabupaten Tulangbawang,” tutur Ipda Iwan, Kamis (13/12).

BREAKING NEWS: Agus BN Didakwa Terima Uang Setoran Proyek Rp 72,74 Miliar Kurun Waktu 3 Tahun

Penangkapan pelaku terjadi saat petugas Satpolair sedang melaksanakan patroli rutin di perairan kanal Rawa Jitu.

Ketika itu petugas melihat seorang laki-laki sedang berada di speed taksi, karena melihat gerak geriknya yang mencurigakan lalu dilakukan penyetopan terhadap speed taksi tersebut.

"Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan, petugas berhasil menemukan bungkusan sabu yang disimpan oleh pelaku di dalam kantong saku. Selanjutnya pelaku beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Tulangbawang,” papar Iwan.

BERITA FOTO - Pegang Tasbih, Agus BN Tak Henti Berzikir Jalani Sidang Perdana

Dalam perkara ini, petugas berhasil menyita barang bukti berupa satu bungkus plastik ukuran sedang yang berisi narkotika jenis sabu seberat 2 gram, dompet warna coklat dan handphone android.

“Pelaku sekarang sedang dilakukan pemeriksaan oleh Satuan Narkoba Polres Tulangbawang dan terancam hukuman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 Juta dan paling banyak Rp 8 Miliar," tukas Ipda Iwan. (endra)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved