Tribun Metro

Bawaslu Imbau Copot APK Pemilu Sebelum 24 Desember

Bawaslu Kota Metro meminta pemilik transportasi umum untuk melepas stiker peserta Pemilu 2019.

Bawaslu Imbau Copot APK Pemilu Sebelum 24 Desember
Tribunlampung/Eka
Pohon-Pohon di sepanjang jalan jalur dua Perum BKP Kemiling tampak dipasangi banner baik iklan, APK calon legislatif dan lainnya, Rabu (28/11/2018) 

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Bawaslu Kota Metro meminta pemilik transportasi umum untuk melepas stiker peserta Pemilu 2019.

Ketua Bawaslu Metro Ahmad Mujib menerangkan, berdasarkan PKPU No 23/2018 tentang Kampanye pada pasal larangan pemasangan APK, alat transportasi umum dilarang menjadi media pemasangan APK.

Bawaslu Tertibkan Stiker Kampanye Caleg di Angkot

Ketentuan tersebut juga berlaku untuk pasar milik pemerintah, terminal, dan fasilitas umum (fasum). Artinya, semua bangunan milik pemerintah tidak boleh dipasang APK, termasuk angkutan umum. Meskipun kendaraan angkutan milik pribadi, tapi fungsinya digunakan untuk umum.

"Jadi tetap masuk kategori fasilitas publik. Pun demikian untuk bus. Termasuk PO bus yang ada di dalam terminal," urainya, usai rapat koordinasi larangan memasang stiker dan branding peserta pemilu di transportasi umum dan kendaraan milik pemerintah di Kantor Bawaslu Metro, Selasa (18/12).

Ketentuan juga berlaku untuk mobil ambulans partai yang dilarang memasang APK secara menyeluruh (gambar dan nomor urut).

Marahi Petani Karet, Jokowi: Jangan Kampanye Loh, Enggak Boleh!

Sementara yang diperbolehkan hanya salah satunya antara gambar atau nomor urut. Sementara selain aset pemerintah, pemasangan APK diserahkan kepada pemilik bangunan atau kendaraan.

"Ambulans partai harus memilih, apakah yang akan dipasang gambarnya saja atau nomor urut saja. Tidak boleh dua-duanya. Kita juga imbau, bagi peserta pemilu yang ingin beri bantuan, misal ada musibah, itu pemberiannya tidak boleh ada simbol-simbol atau APKnya," katanya lagi.

Mujib menambahkan, Bawaslu memberi kesempatan kepada pemilik kendaraan atau ruko untuk menertibkan sendiri sampai 24 Desember mendatang. Jika tak mengindahkan imbauan tersebut, pihaknya bersama Satpol PP, Dishub, dan Polres Metro akan melakukan penertiban.

"Minggu depan kami akan menyisir dua titik untuk menertibkan stiker dan branding pada transportasi publik, fasum, dan pasar. Jadi kita beri kesempatan untuk menertibkan sendiri," tuntasnya. (dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved