Tribun Pringsewu

Berkat 'Nyanyian' Penadah, Polisi Ciduk 3 Tersangka Pencurian Spesialis Ponsel

Polsek Pagelaran menciduk tiga tersangka pencurian dengan pemberatan (curat) spesialis ponsel.

Berkat 'Nyanyian' Penadah, Polisi Ciduk 3 Tersangka Pencurian Spesialis Ponsel
Tribun Lampung/Robertus Didik Budiawan
Polsek Pagelaran menciduk tiga tersangka pencurian spesialis ponsel. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Robertus Didik Budiawan

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PAGELARAN - Polsek Pagelaran menciduk tiga tersangka pencurian dengan pemberatan (curat) spesialis ponsel.

Penangkapan para tersangka berkat "nyanyian" penadah barang curian.

Para tersangka yang ditangkap berinisial AF (21), warga Pekon Margakaya, Kecamatan Pringsewu; AH (18) dan SA (22), warga Pekon Karang Sari, Kecamatan Pagelaran, Pringsewu.

Kapolsek Pagelaran Iptu Edi Suhendra mengatakan, para tersangka saling terkait antara satu dan lainnya.

Sudah Ditangkap, Pencuri Ponsel Ini Malah Kabur

"Mereka spesialis pencurian HP. Sebab, barang tersebut gampang dijual, baik online maupun langsung," ujarnya, Selasa, 18 Desember 2018.

Edi mengatakan, penangkapan ketiga tersangka terkait dua laporan. Yakni laporan Purwadi (26), warga Kampung Kusuma Jaya, Kecamatan Bekri, Lampung Tengah, pada  24 November 2018. Tempat kejadian perkara (TKP) di Pekon Padangrejo.

Kemudian laporan Priyatin (28), warga Dusun Rawa Harum, Pekon Pagelaran, pada 18 Oktober 2018, dengan TKP di rumah pelapor.

Sungguh Berani! Cewek Ini Kejar dan Tendang Motor Pencuri Ponsel hingga Roboh

"Korban Purwadi kehilangan tiga handphone senilai Rp 4,5 juta. Telah terungkap dua unit berupa HP Oppo A3S dari penadah dan Xiaomi Redmi 5A," ungkapnya.

Sementara Priyatin kehilangan satu ponsel Oppo A3S senilai Rp 1,9 juta.

Saat ini ketiga tersangka berikut barang bukti dua handphone telah diamankan di Polsek Pagelaran guna proses penyidikan lebih lanjut.

Ketiganya harus merasakan pengapnya sel tahanan Mapolsek Pagelaran demi mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Ketiga tersangka dijerat pasal 363 KUHPidana dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara," pungkasnya. (*)

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved