Tribun Metro

Warga Curhat Jl Dr Sutomo Banyak Lubang Menganga 50 Cm

Seto, warga Hadimulyo Timur meminta kondisi jalan rusak di Jalan Dr Sutomo diperbaiki.

Warga Curhat Jl Dr Sutomo Banyak Lubang Menganga 50 Cm
Tribun Lampung/Dedi Sutomo
Jalan di Dusun Napal, Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, mengalami kerusakan akibat kendaraan proyek JTTS. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Warga Hadimulyo Timur meminta kondisi jalan rusak di Jalan Dr Sutomo diperbaiki. Selain mengganggu kenyamanan, juga menyangkut keselamatan pengendara.
Seto, warga setempat mengakui banyak kondisi jalan di wilayah setempat yang rusak.

Salah satunya di Jalan Sutomo, Kecamatan Metro Pusat yang cukup mengganggu. Karena kedalamanan lubang bisa membahayakan pengemudi.
"Diameternya mungkin 30 sampai 50 centimeter. Mana menganga lagi. Dan bukan cuma satu titik. Itu kan bahaya. Apalagi musim hujan begini, lubang kan tidak terlihat karena tertutup air," bebernya, Rabu (19/12).

Pembangunan Jembatan di Mercu Buana Tubaba Sisakan Jalan Rusak

Dijelaskannya, kondisi rusak telah lama dan terkesan dibiarkan. Padahal, setiap tahun Pemkot Metro selalu mengalokasikan dana untuk pemeliharan jalan. Namun untuk Jalan Sutomo tidak pernah tersentuh.

"Kalau lewat jalan ini ya harus hati-hati. Lengah dikit bisa terperosok ke lubang dan jatuh. Dan ini kerusakan sudah cukup lama, tapi belum ada perbaikan dari pihak terkait," timpal Gunawan, warga lainnya.

Menurutnya, jalan pernah diperbaiki namun sebatas tambal sulam dan kembali rusak lagi. Hingga sekarang belum ada perbaikan. Padahal sangat berbahaya bagi pengguna jalan, terutama saat musim hujan.

Ia berharap, Pemkot Metro dapat segera memperbaiki kerusakan jalan. "Mudah-mudahan cepat diperbaki. Ini kalau hujan kan enggak kelihatan. Bahaya," ungkapnya.

Herman HN Tinjau Jalan Rusak dan Kondisi Pasar Gudang Lelang

Komisi I DPRD Kota Metro mengaku APBD 2019 telah menganggarkan untuk pembangunan fisik. Dimana sekitar 25 persen dari APBD.

"APBD kita sudah mengikuti PP Nomor 15 Tahun 2018 tentang Tata Cara Penyusunan APBD agar anggaran pembangunan fisik itu minimal 25 persen. Baik itu untuk infrastruktur jalan, drainase, atau bangunan," beber Ketua Komisi I Basuki.

Artinya, terus Basuki, dengan postur anggaran tersebut, bisa lebih menyerap aspirasi masyarakat yang dituangkan dalam Musrenbang atau Reses DPRD. Ditambah dengan bantuan pemerintah pusat melalui DAK dan DAU.

"Jadi tidak lagi beralasan tidak adanya anggaran untuk merealisasikan aspirasi masyarakat. Karena dengan menerapkan aturan baru ini anggaran lebih berpihak kepada pembangunan yang menyentuh masyarakat," tuntasnya. (dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved