Waspadai Gejala Fibrilasi Atrium yang Bisa Tingkatkan Risiko Stroke hingga Gagal Jantung

Waspadai Gejala Fibrilasi Atrium yang Bisa Tingkatkan Risiko Stroke Hingga Gagal Jantung

Waspadai Gejala Fibrilasi Atrium yang Bisa Tingkatkan Risiko Stroke hingga Gagal Jantung
Ist
dr Ahmad Hati Nurwanto 

Waspadai Gejala Fibrilasi Atrium yang Bisa Tingkatkan Risiko Stroke Hingga Gagal Jantung

Laporan Reporter Tribun Lampung Sulis Setia Markhamah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,BANDARLAMPUNG - Fibrilasi atrium merupakan kondisi ketika serambi (atrium) jantung berdenyut tidak beraturan dan cepat. Dalam keadaan normal, jantung berdetak dengan irama beraturan agar dapat mengalirkan darah dari atrium jantung ke bilik (ventrikel) jantung, selanjutnya dialirkan ke paru-paru atau seluruh tubuh.

Dokter umum dari Lampung Barat (Lambar) dr Ahmad Hati Nurwanto mengatakan, kondisi fibrilasi atrium meningkatkan risiko terjadinya penggumpalan darah, stroke, dan gagal jantung.

"Fibrilasi atrium menyebabkan hantaran listrik pada jantung dan irama denyut jantung mengalami gangguan, sehingga atrium gagal mengalirkan darah ke ventrikel," beber dokter lulusan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu.

Bahayakah Payudara Menghitam Saat Hamil? Simak Faktanya

Fibrilasi atrium bisa muncul karena penyakit lain atau bahkan terjadi pada orang yang sehat tanpa gangguan medis tertentu. Rentang waktu terjadinya juga bervariasi. Ada yang hanya sesekali muncul lalu pulih dengan sendirinya (fibrilasi atrium paroksismal/ occasional).

"Namun ada juga yang memakan waktu lebih lama. Bisa lebih dari satu minggu (persistent), lebih dari satu tahun (long-standing pesistent), bahkan kronis atau menetap (permanent)," ungkap Ahmad.

Gejala umum yang dirasakan penderita fibrilasi atrium seperti jantung berdebar atau detak jantung terasa lebih cepat dan tidak beraturan.

Selain itu gejala lainnya seperti gampang kelelahan terutama saat berolahraga, pusing, napas pendek, lemah, gampang pingsan, dan terasa nyeri di bagian dada.

"Paparan obat, alkohol, atau tembakau, gangguan pernapasan saat tidur (sleep apnea), bahkan stres akibat suatu penyakit atau operasi juga termasuk penyebab fibrilasi atrium berdasar kondisi medis," jelas Ahmad.(*)

Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved