Tribun Tulangbawang

Jadi Narasumber Diskusi di Yogya, Winarti Soroti Minimnya Keterwakilan Perempuan di Parlemen

Bupati Tulangbawang Winarti mendapat kehormatan menjadi narasumber dalam diskusi kebangsaan bertema “Perempuan dan Tahun Politik" di Yogyakarta.

Jadi Narasumber Diskusi di Yogya, Winarti Soroti Minimnya Keterwakilan Perempuan di Parlemen
Ist
Bupati Tulangbawang Winarti mendapat kehormatan menjadi narasumber dalam diskusi kebangsaan bertema “Perempuan dan Tahun Politik" yang berlangsung di Yogyakarta, Sabtu (22/12). 

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Bupati Tulangbawang Winarti mendapat kehormatan menjadi narasumber dalam diskusi kebangsaan bertema “Perempuan dan Tahun Politik" yang berlangsung di Yogyakarta, Sabtu (22/12).

Dalam paparannya, Winarti menyampaikan bahwa kongres perempuan pertama dilaksanakan di Yogyakarta pada 22 sampai 25 Desember 1928.

Kongres pertama perempuan tahun 1928 itu, menurut Winarti, merupakan awal dari perubahan yang baik tentang pengakuan terhadap perempuan akan eksistensinya disegala bidang.

"Dan hari ini kongres berkaitan dengan perempuan kembali digelar di Yogyakarta bertepatan dengan peringatan hari ibu ke- 90. Ini menjadi momentum bagi perempuan tetap menggelorakan semangat gotong royong untuk membangun bangsa dengan perannya," terang Winarti.

Segera Dibuka Pendaftaran PPPK Awal Tahun 2019, Berapa Gaji dan Tunjangannya?

Warga Kaget Temukan 2 Jasad Anggota TNI di Dalam Selokan, Penyebabnya Belum Terungkap

Di era kekinian, Bupati perempuan pertama di Tulangbawang ini mengajak kaum perempuan turut andil dalam sistem pengambilan keputusan strategis di pemerintahan.

"Caranya dengan berpolitik. Perempuan jangan tabu untuk ikut berpolitik. Perempuan harus bisa bersinergi dengan kaum laki-laki," katanya.

Di politik, Winarti menyoroti masih minimnya keterwakilan perempuan di parlemen pada Pileg 2014 lalu.

Pada momentum diskusi kebangsaan itu, Winarti mengajak kaum perempuan untuk turun gunung duduk di parlemen.

"Kita kaum perempuan harus mengikuti perkembangan zaman. Perempuan harus menguasai regulasi dan perubahan perundangan. Pahami tupoksi dan terus belajar menggali ilmu," paparnya. 

Selain Winarti, diskusi kebangsaan yang dihelat oleh wartawan sepuh yogyakarta itu juga menghadirkan anggota DPR RI Idam Samawi dan Akademisi Alimatul Qibtiyah, M.Si, M.A,, Ph.D. (endra)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved