Tribun Pringsewu

PCIMM Pringsewu Galang Dana Bantuan Tsunami Lamsel

Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PCIMM) Pringsewu melaksanakan penggalangan dana untuk korban tsunami Lampung Selatan (Lamsel).

PCIMM Pringsewu Galang Dana Bantuan Tsunami Lamsel
Tribunlampung/Eka
PCIMM Pringsewu Galang Dana Bantuan Tsunami Lamsel 

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Sholichin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PCIMM) Pringsewu melaksanakan penggalangan dana untuk korban tsunami Lampung Selatan (Lamsel).

Kegiatan penggalangan dana dikomandoi Efi Hardianto Ketua Umum Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PCIMM) Pringsewu bersama anggotanya, Rabu (26/12/2018). "Ya ini salah satu bentuk rasa peduli kita lakukan, dengan memberi nama aksi kemanusiaan," ungkapnya.

Menurutnya, pihaknya melaksanakan penggalangan dana di berbagai titik di wilayah kabupaten Pringsewu terutama di pasar-pasar, jalanan, titik-titik keramaian, dan juga lingkungan pemerintah kabupaten Pringsewu.

"Ini hari kedua yang kita laksanakan, pada Selasa kemarin kita sudah turun ke jalan rute sampai ke Talang Padang. Pada hari yang kedua ini kita fokuskan di Pringsewu," paparnya.

Kegiatan penggalangan dana akan dilaksanakan sampai tanggal 27 Desember 2018. Namun tidak memiliki target berapa jumlahnya tapi lebih kepada memaksimalkan untuk mengumpulkan dana itu.

Setelah dana terkumpul pihaknya akan langsung mengecek ke lokasi untuk survei dan memang sudah menurunkan relawan tim kesehatan ke lokasi.

"Insyaallah kemarin sudah survei. Dan nanti sore insyaallah kita berangkatkan dan pada hari Sabtu atau Minggu kita akan turun bersama-sama dari Kesehatan, keguruan, dan ekonomi salah satunya adalah untuk menghibur anak-anak yang terkena trauma dan memang untuk meminimalisir memberikan pelayanan kesehatan di lokasi," jelasnya.

Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Selimuti Pulau Sebesi, Dentuman Menggelegar Sepanjang Hari

Hasil penggalangan dana ini memang rencananya tidak akan disalurkan dalam bentuk uang akan tetapi menjadi bentuk barang.

Karena warga yang terkena musibah banyak kalau diberi dalam bentuk uang mungkin nominalnya akan terlihat kecil dan bingung akan memanfaatkannya.

"Maka lebih baik kita beri dalam bentuk barang dan serahkan ke posko dan kebetulan di sana sudah ada posko dari tim IMM," paparnya.

Ia berharap dengan apa yang sudah dilakukan ini untuk pribadi atau organisasi tumbuh rasa peduli dan saling bantu membantu seperti tema yang diangkat oleh Muhammadiyah sendiri yaitu bergotong-royong dan bertaawun.

"Dan untuk para korban mudah-mudahan ini menjadi pelajaran agar bisa mendekatkan diri lagi kepada Allah SWT dan memaknai ini semua jangan terlalu berlarut dalam kesedihan agar jiwanya tetap kuat dan tegar," pungkasnya. (eka)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved