Tribun Tulangbawang

Dilatari Faktor Ekonomi, Kejahatan di Tulangbawang Selama 2018 Didominasi Kasus Curat

Kapolres Tuba AKBP Syaiful Wahyudi mengatakan, selama tahun 2018 Satreskrim berhasil mengungkap 506 kasus dari 608 kasus yang dilaporkan.

Dilatari Faktor Ekonomi, Kejahatan di Tulangbawang Selama 2018 Didominasi Kasus Curat
Tribun Lampung/Endra Zulkarnaen
Konferensi pers kasus kejahatan di aula Mapolres Tuba, Kamis, 27 Desember 2018. 

Dilatari Faktor Ekonomi, Kejahatan di Tulangbawang Selama 2018 Didominasi Kasus Curat

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnaen

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MENGGALA - Aksi pencurian dengan pemberatan (curat) masih mendominasi kasus kejahatan di wilayah hukum Polres Tulangbawang sepanjang Januari sampai Desember 2018.

Kapolres Tuba AKBP Syaiful Wahyudi mengatakan, selama tahun 2018 Satreskrim berhasil mengungkap 506 kasus dari 608 kasus yang dilaporkan.

Dari jumlah itu, persentase ungkap sebesar 82 persen.

Bila dibandingkan dengan 2017, jumlah kasus yang diungkap sebanyak 386 kasus dari 493 kasus yang dilaporkan, dengan persentase ungkap sebesar 78 persen.

Polda Lampung Bidik Pelaku Kejahatan di Area Tepi Laut Lampung

60 Pecandu Narkoba dan Rokok Ikut Hipnoterapi Baksos Polres Tuba

"Jadi ungkap kasus pada tahun 2018 mengalami kenaikan sebesar 5 persen bila dibanding tahun 2017," terang Syaiful dalam konferensi pers di aula Mapolres Tuba, Kamis, 27 Desember 2018.

Tindak pidana yang mendominasi adalah kasus curat dengan jumlah kasus sebanyak 136.

"Jumlah kasus curat yang diungkap sebanyak 81 kasus, dengan persentase ungkap sebesar 59 persen," beber Kapolres.

Di urutan kedua adalah kasus curas (pencurian dengan kekerasan) dengan jumlah kasus sebanyak 45 dan berhasil diungkap sebanyak 32 kasus, dengan persentase ungkap sebesar 71 persen.

Di urutan ketiga adalah kasus penggelapan dan atau penipuan dengan jumlah kasus sebanyak 24 dan berhasil diungkap sebanyak 20 kasus, dengan persentase ungkap sebesar 83 persen.

“Tahun 2018, dari hasil ungkap yang dilakukan oleh Satreskrim mayoritas para pelaku tindak pidana melakukan aksi kejahatan karena faktor ekonomi," tandas Syaiful. (*)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved