Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Siaga, Ketiga Kali Sejak Tahun 2007

Status Gunung Anak Krakatau Jadi Siaga, Ketiga Kali Sejak Tahun 2012. Bahkan abu vulkanik pernah jangkau Bandar Lampung.

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Siaga, Ketiga Kali Sejak Tahun 2007
(WELI AYU REJEKI)
Asap hitam menyembur saat terjadi letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Banten, Senin (10/12/2018). Berdasarkan data yang terekam di Pos Pengamatan GAK di Pasauran, Serang, sejak Jumat (7/12) hingga Minggu (9/12) GAK mengeluarkan 204 letusan awan hitam setinggi 150-300 meter dengan durasi 31-72 detik diiringi 22 kali gempa vulkanik sehingga statusnya masih pada level wasada. ANTARA FOTO/Weli Ayu Rejeki/af/hp.(WELI AYU REJEKI) 

Laporan Wartawan Tribun Lampung, Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Badan Geologi, Pusat Vulcanologi, Migitasi Bencana Geologi Kementerian ESDM menaikan level status Gunung Anak Krakatau (GAK) ke level III Siaga sejak pukul 06.00 WIB, Kamis (27/12/2018).

Dengan peningkatan status Siaga Gunung Anak Krakatau berarti tidak boleh ada nelayan, pengunjung dan juga aktivitas lainnya dalam radius jarak 5-6 kilometer dari GAK.

"Benar pagi ini status GAK naik menjadi siaga. Pengunjung, nelayan dan aktivitas masyarakat lainnya tidak boleh mendekat dalam jarak 5-6 kilometer," kata Kepala Pos Pantau GAK di Desa Hargopancuran Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan Andi Suardi.

Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Selimuti Pulau Sebesi, Dentuman Menggelegar Sepanjang Hari

Andi mengatakan pada pengamatan yang dilakukan Rabu (26/12) kemarin, secara visual GAK tidak bisa teramati dengan jelas karena tertutup kabut.

Tapi dari data Magma VAR, kata dia, teramati gempa tremor terus menerus dengan amplitudo 9-35 mm (dominan 25 mm).

Pada kawah gunung teramati adanya debu vulkanik dengan intensistas tebal berwarna hitam dengan ketinggian 200 - 500 meter.

Terdengar pula suara dentuman pada pos PGA. "GAK juga teramati mengeluarkan awan panas ke arah selatan yang sudah mencapai lautan," terang Andi.

Peningkatan status Gunung Anak Krakatau ke level Siaga, bukanlah yang pertama terjadi.

Sebelumnya sejak pos pantau GAK di Desa Hargopancuran berdiri, GAK pernah 2 kali mengalami peningkatan status dari Waspada menjadi Siaga.

Tim BMKG 2 Kali Gagal Dekati Gunung Anak Krakatau, Dwikorita: Kaca Kena Abu Kayak Gelas Pecah

"Sebelumnya saat krisis pada tahun 2007 dan tahun 2012, status GAK juga naik dari level II waspada menjadi level III Siaga," katanya.

"Sejak ada pos pantau GAK di Hargopancuran sudah 2 kali status GAK naik menjadi level siaga," imbuh dia.

Pada saat mengalami peningkatan aktivitas pada bulan September tahun 2012 silam.

Semburaan debu dari aktivitas vulkanik gunung api yang berada di selat Sunda sempat mengebohkan warga Bandar Lampung dan Pesawaran.

Saat itu debu GAK terbawa angin hingga ke Bandar Lampung. (ded)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Safruddin
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved