Headline Koran Tribun Lampung

VIDEO CONTENT - Warga Ngeri Dentuman GAK

Gunung berapi tersebut mengeluarkan dentuman sepanjang hari. Selain itu, debu dari aktivitas GAK telah menyelimuti Pulau Sebesi.

Laporan Videografer Tribun Lampung Okta Kusuma Jatha

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BAKAUHENI – Ribuan warga dari Pulau Sebesi dan Sebuku Lampung Selatan dievakuasi ke daratan pada Rabu, 26 Desember 2018.

Warga ketakutan akibat meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) sepekan ini. Aktivitas GAK ini diduga telah memicu tsunami yang meluluhlantahkan sejumlah wilayah di Lampung Selatan dan Banten pada Sabtu, 22 Desember 2018 malam. Bahkan dampaknya juga terasa sampai Kabupaten Tanggamus dan Pesawaran, Lampung.

Sampai kemarin, tercatat 431 warga tewas akibat terjangan tsunami, 112 orang diantaranya merupakan warga Lampung Selatan. Sementara ada 1.485 korban luka, 154 korban masih hilang, dan ada lebih dari 17 ribu orang mengungsi.

Gunung berapi tersebut mengeluarkan dentuman sepanjang hari. Selain itu, debu dari aktivitas GAK telah menyelimuti Pulau Sebesi, pulau terdekat dengan GAK, sejak akhir pekan kemarin. Seluruh aktivitas warga di pulau pun terhenti.

"Sekarang debu GAK menyelimuti pulau. Dan suara letusannya semakin kuat. Karenanya kita minta dievakuasi karena khawatir dengan aktivitas GAK," terang Suganda, salah seorang warga Pulau Sebesi yang dievakuasi, kemarin.

Tidak hanya debu dan suara letusan yang terus menggelegar. Abduraham warga lainnya mengaku setiap kali ada suara letusan, selalu diikuti dengan kilatan yang menakutkan. Kejadian seperti itu, kata dia, sebelumnya tidak terjadi meski aktivitas GAK meningkat.

"Kondisinya sangat mencekam. Debu GAK mulai menyelimuti Pulau Sebesi. Suara gelegar letusan juga sangat kuat," kata dia. (*)

Penulis: Okta Kusuma Jatha
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved