Tribun Tanggamus

Obat dan Bahan Medis Kedaluwarsa Rp 1,7 Miliar Dimusnahkan Pakai Mesin Molen

Pemusnahan obat dilakukan dengan cara digiling menggunakan mesin pengaduk semen (molen) dengan dicampur semen dan kapur hingga jadi pasta.

Obat dan Bahan Medis Kedaluwarsa Rp 1,7 Miliar Dimusnahkan Pakai Mesin Molen
Tribun Lampung/Tri Yulianto
Dinas Kesehatan Tanggamus memusnahkan obat kedaluwarsa dan bahan medis habis pakai, Minggu, 30 Desember 2018. 

Obat dan Bahan Medis Kedaluwarsa Rp 1,7 Miliar Dimusnahkan Pakai Mesin Molen

Laporan Reporter Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Dinas Kesehatan Tanggamus memusnahkan obat kedaluwarsa dan bahan medis habis pakai (BMHP). 

Menurut Sekretaris Diskes Tanggamus Taufik Hidayat, pemusnahan atas Surat Persetujuan Bupati Tanggamus No 440/10271/27 tanggal 20 Desember 2018 perihal Persetujuan Pemusnahan dan Penghapusan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai Kedaluwarsa.

Kemudian, Surat Keputusan Kepala Diskes Tanggamus no 800/1536/27/2018 tanggal 13 Maret 2018 tentang Obat Rusak dan Obat yang Ditarik dari Peredaran di Instalasi Farmasi Diskes Tanggamus. 

Pagi Ini BBPOM Gelar Pemusnahan Obat dan Makanan Ilegal

VIDEO - BBPOM Bandar Lampung Musnahkan 130.308 Obat dan Makanan Ilegal

"Nilai obat yang dimusnahkan totalnya Rp 1,778 miliar lebih. Terdiri dari obat dan BMHP rusak, kedaluwarsa Rp 1,619 miliar lebih," kata Taufik, Minggu, 30 Desember 2018.

"Penarikan Deksrometorfam tablet dan sirup tahun 2014 lantaran izin edar dibatalkan Rp 103 juta lebih dan penarikan Kalsium Laktat Dabln Tetrasiklin 500 mg Rp 56,180 juta lebih," tambahnya. 

Pemusnahan obat dilakukan dengan cara digiling menggunakan mesin pengaduk semen (molen) dengan dicampur semen dan kapur hingga jadi pasta.

Setelah itu, baru dikubur dalam lubang yang sudah disiapkan. 

Obat dan BMHP yang dimusnahkan terhitung rusak, kedaluwarsa dari tahun 2011 sampai 2017.

Obat tersebut dibeli menggunakan APBD Kabupaten Tanggamus, APBD Provinsi Lampung, dan dana alokasi khusus (DAK). 

Alasan obat dimusnahkan lantaran kedaluwarsa, sudah rusak, sehingga tidak memenuhi syarat untuk digunakan pada pelayanan kesehatan, dibatalkan izin edar dan produk tidak memenuhi persyaratan mutu. 

Pemusnahan untuk mencegah hilangnya obat rusak dan kedaluwarsa yang dapat disalahgunakan dan membebaskan ruangan dari penumpukan barang. (*) 

Penulis: Tri Yulianto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved