Tribun Metro

Pairin Merasa Kecolongan karena Prostitusi Online Terungkap di Kota Metro

Wali Kota Achmad Pairin mengaku adanya kasus prostitusi online di Bumi Sai Wawai yang berhasil dibongkar Unit PPA Satreskrim Polres Metro

Pairin Merasa Kecolongan karena Prostitusi Online Terungkap di Kota Metro
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
ILUSTRASI 

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Wali Kota Achmad Pairin mengaku adanya kasus prostitusi online di Bumi Sai Wawai yang berhasil dibongkar Unit PPA Satreskrim Polres Metro 23 Desember 2018 mencoreng Metro sebagai Kota Pendidikan.

Karena itu, dia berharap dua mucikari sindikat prostitusi online yang berhasil dibekuk diproses sesuai aturan yang ada. Karena Metro sebagai kota pendidikan dan wisata keluarga yang berbasis ekonomi kerakyatan dan berlandaskan pembangunan partisipatif.

"Adanya kejadian itu ya kami pemerintah daerah prihatin, dan selanjutnya harus ditindaklanjuti saja sesuai aturan yang ada," kata Pairin saat dikonfirmasi awak media di halaman kantornya, Rabu (2/1).

Pairin: Insentif RT Diharapkan Pacu Pelayanan Cepat kepada Warga

Ia mengaku kecolongan atas praktik kotor tersebut. Karenanya, segera berkoordinasi dengan jajaran terkait seperti Pol PP, camat, hingga RT dan RW untuk melakukan pengecekan dan pengawasan di rumah kos, kontrakan, hingga hotel.

"Iya kecolongan. Pasti dengan adanya informasi ini akan kita perintahkan Pol PP untuk meningkatkan patroli rutin dan RT RW sampai lurah akan kita instruksikan. Tapi terutama Pol PP," tegasnya.

Sementara Wakil Wali Kota Djohan mengaku geram atas praktik prostitusi yang mencoreng nama baik kotanya. Ia bahkan mengutuk setiap pelaku prostitusi di Metro.

"Kalo saya terus terang, sama mucikari jelas saya sumpah serapahin istilahnya. Ini kota pendidikan, bukan hanya tugas seorang pak wali, bukan hanya tugas saya atau dinas sosial saja. Tidak. Tapi ini tugas semua masyarakat Metro untuk sama-sama membersihkan metro ini dari hal-hal buruk," ucapnya. 

KPK Dikabarkan OTT di Metro, Wali Kota Pairin Malah Main Tenis

Wakil Wali Kota Djohan meminta perangkat kelurahan hingga RT dan RW untuk rutin melakukan pengecekan di wilayah masing-masing. Terutama rumah kos dan kontrakan.

"Tolong yang tahu kondisi di lapangan kalian lurah, kalian kan punya RW punya RT. Dan saya selalu mengingatkan kalau ada rumah kos buka tanpa izin berarti dia kan gelap, sekali-sekali dilihat, bukan kita sidak atau grebek," ujarnya.

Ia juga meminta Satpol PP lebih rutin lagi dalam menggiatkan razia hotel dan kos. Sehingga bisa meminimalisir hal-hal negatif yang dapat menggerus citra Metro sebagai kota pendidikan. (dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved