Hunian Sementara Bagi Korban Tsunami Lamsel Siap Digunakan dalam Waktu Dekat

Nanang memastikan dalam waktu dekat hunian sementari bagi warga yang rumahnya porakporanda diterjang tsunami selat Sunda sudah akan bisa ditempati.

Hunian Sementara Bagi Korban Tsunami Lamsel Siap Digunakan dalam Waktu Dekat
Tribunlampung/Dedi
Plt Bupati Lamsel Nanang Ermanto 

Laporan Wartawan Tribunlampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMSEL – Plt bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto memastikan dalam waktu dekat hunian sementara bagi warga yang rumahnya porakporanda diterjang tsunami selat Sunda sudah akan bisa ditempati.

Menurut dirinya, saat ini sedang dilakukan penyelesain pembenahan sarana dan prasarana di eks hotel 56 yang nantinya akan dijadikan tempat hunian sementara warga.

“Sudah kita siapkan. Tinggal menunggu menyelesaikan beberapa perbaikan saja,” kata dia saat menerima bantuan dari Kemenkum HAM, jumat (4/1).

Sementara itu terkait dengan rencana relokasi warga pesisir pantai kecamatan Rajabasa yang rumahnya porakporanda diterjang tsunami selat Sunda.

Naik Heli, Siang Ini Nanang Kembali Kunjungi Warga di Pulau Sebesi

Nanang mengatakan pemerintah daerah telah memiliki lahan seluas sekitar 6 hektar di desa Kedatong, Kalianda.

Ia mengatakan lokasi awal yang ada di desa Way Muli kurang layak untuk dijadikan lokasi relokasi. Karena memiliki kontur tanah miring yang rawan longsor.

Ini juga sesuai dengan RTRW daerah yang juga menyatakan wilayah pesisir kecamaran Rajabasa masuk daerah rawan tanah longsor.

Polwan Cantik Makassar Ternyata Bikin Video Tanpa Busana Berdurasi Panjang buat Napi Lampung

“Kita tidak ingin juga warga yang kita relokasi justru kembali berada pada ancaman bencana lainnya. Yakni tanah longsor. Karenanya kita siapkan lahan yang di Kalianda,” ujarnya.

Nanang pun berharap rencana ini dapat disosialisasikan kepada masyarakat. Terkait dengan cukup jauhnya lokasi relokasi dengan tempat matapencaharian warga yang sebagian nelayan.

Dirinya mengatakan hal itu tidak terlalu menjadi masalah. Karena warga tetap bisa melaut.

“Itu hanya masalah teknis. Tidak perlu terlalu dipesoalkan. Kan warga tetap bisa ke pesisir untuk melaut seperti biasa,” tandasnya. (dedi/tribunlampung)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved