Tribun Lampung Selatan

Dinas Pendidikan Lamsel Telah Siapkan 3 Tempat Belajar Bagi 316 Anak Korban Tsunami Selat Sunda

Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan memastikan 316 siswa yang terdampak tsunami Selat Sunda tetap dapat mengikuti proses belajar mengajar.

Dinas Pendidikan Lamsel Telah Siapkan 3 Tempat Belajar Bagi 316 Anak Korban Tsunami Selat Sunda
TribunLampung/Dedi Sutomo
Hari pertama masuk sekolah pasca tsunami di Pesisir Rajabasa, Lamsel 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan memastikan 316 siswa yang terdampak tsunami Selat Sunda tetap dapat mengikuti proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di tempat darurat.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan, Thomas Amirico, ada 3 tempat yang menjadi pusat KBM bagi siswa yang terdampak tsunami.

Pertama di posko pengungsian lapangan tenis Indoor, Lalu SDN 1 Desa Kunjir, dan SDN 1 Way Urang.

Sempat Minder Seragam dan Alat Tulis Hilang Akibat Tsunami, Agesya Akhirnya Semangat Lagi ke Sekolah

“Untuk hari pertama sekolah pasca tsunami berjalan lancar. Anak-anak pengungsi tetap bisa mengikuti pembelajaran dihari pertama masuk sekolah setelah mereka libur semester,” kata dia.

Thomas mengatakan untuk di posko pengungsi tenis Indoor, anak-anak belajar di tenda darurat yang telah didirikan di Lapangan stadion Radin Inten.

Sedangkan untuk siswa SD Negeri 2 Kunjir yang sekolahnya rusak parah digabung ke SD Negeri 1 Kunjir.

Proses pembelajaran pun melibatkan 21 relawan yang ikut mengajar.

Para relawan ini sebelumnya telah meminta kepada dinas untuk memberikan kesempatan membantu menghilangkan trauma anak-anak korban tsunami di pengungsian.

VIDEO - 130 Anak Pengungsian Korban Tsunami Selat Sunda Antusias Belajar di Hari Pertama Sekolah

Lebih lanjut Thomas mengatakan, khusus untuk SD Negeri 2 Kunjir yang terletak di dekat laut, dinas pendidikan saat ini sedang mencari lokasi lain untuk tempat kembali dibangunnya sekolah.

“Kita masih mengkaji untuk ketersediaan lahan yang jauh dari pantai (pada zona aman) untuk bisa dibangun sekolah,” kata dia. 

(*)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Teguh Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved