Tribun Lampung Selatan

VIDEO - Kondisi Terakhir Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api yang tumbuh di lokasi bekas letusan dahsyat Krakatau pada 1883 silam.

VIDEO - Kondisi Terakhir Gunung Anak Krakatau

Laporan Live Streaming Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, RAJABASA – Aktivitas Gunung Anak Krakatau terus menunjukkan penurunan.

Sejak pagi hingga sore, Rabu, 9 Januari 2019, hanya tercatat gempa embusan sebanyak tiga kali dengan amplitudo 7-19 mm dan durasi 64-195 detik.

Menurut petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Suwarno, terpantau adanya gempa tremor non-harmonik sebanyak satu kali dengan amplitudo 24 mm dan durasi 423 detik.

“Dari data Magma VAR Badan Geologi, PVMBG Kementerian ESDM, juga terpantau adanya gempa tektonik lokal dua kali dengan amplitudo 7-21 mm, S-P : 5,2-5,8 detik dan durasi 11-30 detik,” kata dia.

Kepala Pos Pantau GAK Andi Suardi: Gunung Anak Krakatau Sedang Membangun Tubuhnya

Meski saat ini aktivitas terus menurun, status gunung api yang ada di Selat Sunda itu masih di level III Siaga.

Pengunjung dan nelayan dilarang mendekat dalam jarak radius 5 kilometer.

Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api yang tumbuh di lokasi bekas letusan dahsyat Krakatau pada 1883 silam.

Gunung api ini mulai muncul ke permukaan laut pada 1930 silam.

Halaman
12
Penulis: Okta Kusuma Jatha
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved