Tribun Bandar Lampung

Kasus Dugaan Pelecehan Mahasiswi UIN Raden Intan oleh Dosen, PMII dan Lembaga Saburai Siap Dampingi

Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bandar Lampung mengecam keras tindakan oknum dosen UIN Raden Intan, SH.

Kasus Dugaan Pelecehan Mahasiswi UIN Raden Intan oleh Dosen, PMII dan Lembaga Saburai Siap Dampingi
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - Dugaan pelecehan seksual. 
Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bandar Lampung mengecam keras tindakan oknum dosen UIN Raden Intan, SH.
Kepala Biro Kaderisasi dan Sumber Daya Anggota PC PMII Bandar Lampung Ahmad Distadiy Falamy kepada Tribun Lampung, Kamis (10/1/2019) mengatakan, sangat tidak pantas dosen melakukan hal tersebut.
Sebab, dosen itu merupakan pendidik.
Apalagi tindakan dugaan pelecehan seksual itu dilakukan di ruangan dosen.
"Harusnya dosen memberi contoh yang baik dan sangat disesalkan kejadian ini," katanya
Ahmad pun meminta oknum dosen yang diduga melakukan pelecehan harus diberikan sanksi tegas.
"Kami mendukung polisi dan rektorat untuk mengusut tuntas kasus dugaan pelecehan tersebut," katanya
Adapun kasus ini sudah dilaporkan ke polda dan PMII mengaku siap mengawal kasus ini.
Ia pun berharap pada seluruh elemen mahasiswa untuk bersama melawan tindak pelecehan yang dilakukan oknum dosen.
"Ini nggak boleh dibiarkan, harus diusut tuntas dan kedepan pihaknya bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PC PMII Bandar Lampung siap mengawal sampai tuntas kasus ini," katanya
Sementara Pimpinan Lembaga Perempuan Saburai, Siti Wurian menyebutkan kejadian dugaan pelecehan seksual di kampus UIN Raden Intan merupakan salah satu potret buram dunia pendidikan.
Siti Wurian pun menyebut kalau oknum dosen yang diduga melakukan pelecehan seksual itu tak boleh dibiarkan berada di kampus.
Sebab, apa yang dilakukan dapat mencemari citra dari kampus. 
Ia pun mengaku siap memberikan pendampingan terhadap korban berinisial EP yang dilecehkan SH.
"Kami akan berikan pendampingan terhadap korban sampai kasus ini diusut tuntas," katanya

Sedangkan Een Riansah yang merupakan Penanggungjawab Program Kelompok Studi Kader (KLASIKA) juga ikut mengomentari peristiwa tersebut.

"Peristiwa ini merupakan hal yang luar biasa, karena kasus pelecehan seksual justru terjadi di lingkungan perguruan tinggi dalam hal ini kampus. Lebih miris lagi hal ini justru terjadi di kampus berbasis agama terbesar di Lampung," ujarnya melalaui rilis yang diterima Tribun Lampung, Kamis 10 Januari 2019.

Ia pun menjelaskan, peristiwa itu bukan pertama kalinya di kampus tersebut.

Sebelumnya pernah terjadi 3 kasus pelecehan dalam 3 tahun terakhir.

Selain itu, kasus yang sama juga sempat terjadi di Universitas Lampung belum lama ini.

"Hal ini sangat miris terlebih ini dilakukan oleh oknum pendidik yang harusnya memberikan contoh moral yang baik pada anak didiknya," katanya Een.

Kasus Mahasiswi UIN Raden Intan Diduga Dicabuli Dosen: Polisi Gali Keterangan Pelapor dan 5 Saksi

Ia berharap, ini tidak hanya menjadi perhatian bagi aktivis perempuan.

Tapi lembaga pendidikan, akademisi, lembaga hukum, dan pihak terkait lainnya juga harus memberi perhatian yang lebih terhadap kasus ini.

Hal ini dilakukan agar selanjutnya tak lagi terjadi kasus yang sama.

"Saya mengecam keras perbuatan amoral tersebut, dan meminta semua pihak untuk melakukan pengawalan serius terkait hal ini," terangnya.

(*)

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Teguh Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved